KUPANG, KALIMANTANLIVE.COM – Gara-gara foto bugilnya tersebar di media sosial, seorang siswi SMA di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Korban berinsiall PN (16), ditemukan gantung diri di ruangan belakang rumah mereka oleh sang adik yang berusia 7 tahun pada Jumat (28/9/2023) sekitar pukul 15.00 Wita. Temuan itu disampaikan ke ibu mereka, YS (44).
Sang ibu berlari menuju PN dan memeluknya dengan maksud agar dapat menahan beban tali yang terlilit kuat di leher PN. Namun, sia-sia karena anak perempuannya telah meninggal.
# Baca Juga :Marak Kasus Bunuh Diri Dokter, Perawat dan Bidan di Inggris, Terungkap Ini Penyebabnya
# Baca Juga :Ibu di Malang Sayat Lengan Balitanya hingga Tewas Lalu Bunuh Diri, Diduga Terlilit Utang Rentenir
# Baca Juga :Geger! Seorang Pria di Banjarmasin Nekat Lakukan Percobaan Bunuh Diri dengan Mencongkel Urat Nadi
# Baca Juga :Terekam Ponsel warga, Aksi Bunuh Diri Seorang Pria, Tiba-tiba Tiduran di Rel Senen dan Terlindas
“PN ditemukan tewas gantung diri oleh salah seorang kerabatnya, pada Jumat (29/9/2023) kemarin sore, sekitar pukul 15.10 Wita,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Kombes Pol Ariasandy, Sabtu (30/9/2023).
Kombes Ariasandy menyebut, saat mengakhiri hidupnya, PN sempat merekam di telepon selulernya (ponsel) dengan durasi 17 menit.
Siswi SMA ini merekam aksinya dengan cara meletakan ponselnya di meja dan mengikat tali di atap rumah.
Polisi pun telah menyimpan bukti video tersebut, sehingga kesimpulan sementara kematian PN murni karena bunuh diri.
Dia menuturkan, kejadian itu bermula Jumat, 29 September 2023 sekitar pukul 14.00 Wita, adik PN berinisial KN (7) hendak mengambil ponsel milik PN.
Tiba di ruangan belakang rumah, KN melihat PN tergantung pada tiang rumah dengan menggunakan seutas tali nilon.
Karena terkejut, KN berlari menuju ibu mereka YS dan menyampaikan hal itu. YS lalu berlari menuju PN dan memeluknya dengan maksud agar dapat menahan beban tali yang sementara terlilit kuat di leher PN.
Namun, upaya YS tidak membuahkan hasil karena PN telah kehabisan napas.
Tetangga pun ramai-ramai datang termasuk ayah kandungnya YN yang sedang bekerja di gereja dan memotong tali serta menurunkan YN. Mereka sempat membawa YN ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong.
“Jenazah YN kemudian dibawa kembali ke rumah untuk disemayamkan,” ujar Ariasandy.







