BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Berdasarkan prediksi BMKG, Kalimantan Selatan (Kalsel) memasuki masa puncak kemarau pada bulan September ini sehingga resiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meningkat.
Hal tersebut diungkapkan, Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Husni Thamrin baru-baru ini, Sabtu (30/9/23).
“Berdasarkan prediksi BMKG, Banjarmasin memasuki musim kekeringan dari Bulan Mei 2023 hingga puncaknya Bulan September, tapi bisa juga melebihi prediksi karena melihat dari sekarang masih belum ada tanda-tanda turun hujan walau kemarin sudah ada hujan untuk meredam sementara,” ujarnya.
BACA JUGA: Antisipasi Dampak El Nino, Pemko Banjarmasin Lakukan Percepatan Tanam Padi di Handil Kiyai
Oleh karenanya, Husni mengatakan BPBD melakukan monitoring 24 jam guna memantau tempat-tempat yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kalau ada tempat yang berpotensi kebakaran maka akan kami sampaikan kepada warga setempat untuk waspada,” tambahnya.
Ia menyebutkan, penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia 90 persen disebabkan oleh kelalaian manusia.
Lebih spesifik, menurutnya kelalaian itu, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah sembarangan, dan membuat api unggun lalu ditinggalkan.







