“Ada juga yang memang sengaja membakar lahannya untuk kepentingan pengembangan perumahan, perkebunan, atau sawah, kalau faktor penyebabnya adalah manusia maka masih bisa ditanggulangi,” paparnya.
Maka dari itu, upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan maupun pemukiman penduduk, BPDB menggandeng babinsa dan babinkamtibmas dalam melakukan sosialisasi.
“Karena banyaknya masyarakat minim pengetahuan tentang kebakaran, kami selalu mendatangi RT untuk menghimbau pada warganya agar jangan melakukan kegiatan yang mampu memicu munculnya api,” tuturnya.
Adapun data kebakaran hutan dan lahan dari tanggal 26 Juni 2023 hingga sekarang telah terjadi 26 kali kebakaran dengan skala kecil yang mana paling banyak terjadi di wilayah Banjarmasin Selatan.
Sehingga apabila diakumulasikan secara keseluruhan, mencapai 2,3 hektar lahan yang terbakar di mana wilayah paling luas berbatasan langsung dengan Kabupaten tetangga.
Kalimantanlive.com/Lina
Editor: elpian







