Online Shop Marak, Pengecer Alami Penurunan Laba, Pedagang Banjarmasin: Pemerintah Harus Bijak Pikirkan Nasib Kami

“Kalau memperkirakan penurunan ini terjadi semenjak Covid, karena masyarakat tidak bisa keluar rumah sehingga banyak beralih ke online shop, juga karena semua kegiatan berubah menjadi WFH (Work From Home) sehingga saya yang jualan tas sekolah untuk anak-anak jadi sepi, karena mereka sekolahnya di rumah,” ungkapnya.

Nani menyebutkan penurunan yang dialami sangat signifikan, tercatat di tahun 2021 ia mampu memperoleh laba sebesar Rp. 2.000.000 hingga Rp. 3.000.000 per hari, sekarang untuk meraup laba senilai Rp. 1.000.000 saja sangat sulit.

BACA JUGA: Masuki Puncak Kemarau, BPBD Kota Banjarmasin Catat 2,3 Hektar Lahan Alami Kebakaran

BACA JUGA: Antisipasi Dampak El Nino, Pemko Banjarmasin Lakukan Percepatan Tanam Padi di Handil Kiyai

“Sebenarnya saya sudah ada pemikiran untuk terjun jualan online juga, tapi sampai saat ini belum terealisasikan karena membuka toko online bukan hal yang mudah, apalagi saya bukan orang terkenal sehingga harus benar-benar menyusun konsep dan strategi promosi yang apik,” tuturnya.

Ketika disinggung mengenai Pemerintah yang resmi melarang menggunakan fitur Tiktok Shop untuk berjualan dan melayani transaksi di Indonesia yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendagri) Nomor 31 Tahun 2023, Nani menjelaskan ada dua perspektif.