BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Para pedagang saat ini tengah dihadapkan pada situasi pelik akibat sepinya pengunjung yang datang ke toko secara langsung. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya tren belanja secara online, membuat banyak sebagian dari mereka gulung tikar lantaran persaingan bisnis e-commerce yang kian ketat.
Hal tersebut diceritakan oleh salah satu pedagang tas kepada tim Kalimantan Live, Nani (21) yang memiliki toko di sekitaran Sungai Lulut, Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Minggu (1/10/2023).
Ia mengatakan dengan adanya fenomena jualan di online shop seperti Tiktok, Shopee dan lainnya sangat berdampak kepada pedagang kecil seperti dirinya.
BACA JUGA: Rumah Kemasan Baru di Banjarmasin Siap Dioperasikan, Upaya Tingkatkan Produk UKM dan IKM Berkualitas
“Karena kan di online shop banyak gratis ongkir dan harganya juga murah jadi saya kalah saing,” katanya.
Bukan hanya itu, ia juga mengatakan dengan adanya artis yang ikut berjualan di online shop membuat terjadinya penurunan penjualan.
“Artis kan penggemarnya banyak, jadi banyak juga orang yang tertarik membeli jualannya, ditambah mereka memasang harga yang miring sehingga kami yang pedagang kecil mengalami penurunan keuntungan yang diperoleh,” tambahnya.
Dampak yang menimpa para pedagang pun bukan hanya dirasakan baru-baru ini, melainkan semenjak adanya Covid-19 juga sudah terjadi penurunan keuntungan.







