Hal serupa juga dirasakan oleh Kia, Mahasiswa FISIP ULM di mana ia merasa terusik dengan hadirnya kabut asap yang mengelilingi selama di perjalanan.
“Dengan adanya asap ini sangat membuat saya merasa terhambat selama di perjalanan karena visabilitas penglihatan menurun jadi harus extra hati-hati selama berkendara,” katanya.
Tak hanya dirasakan oleh mahasiswa yang sering berpergian jauh, efek dari asap pun juga menghambat kegiatan di lingkungan civitas akademika.
Hal tersebut diungkapkan oleh Adelia, anggota Mahasiswa Pencinta Alam (mapala) yang menyebut banyak program kerja (proker) organisasi menjadi tersendat akibat adanya asap.
“Asap ini menjadi kendala yang besar untuk proker kami, di mana kami yang sering berkegiatan di luar mau tidak mau harus dibatasi karena melihat situasi yang tidak memungkinkan,” ungkapnya.







