BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang ditandai sebagai momen bersejarah di mana pemuda memiliki kekuatan besar untuk memengaruhi arah dan masa depan pemerintahan.
Namun, dikutip dari theconversation.com mencatat bahwa jumlah mahasiswa yang mencoblos dari 497 responden, sebanyak 73% mengaku tidak terlibat atau yang biasa disebut dengan golongan putih (golput).
Banyaknya mahasiswa yang memilih tidak terlibat atau golput dikarenakan adanya blunder janji-janji pemimpin yang hanya mengumbar kata-kata manis.
BACA JUGA: CATAT! Ini 2 Sanksi ASN yang Tak Netral Jelang Pemilu 2024, Kemendagri: Sampai Diberhentikan
BACA JUGA: BPIP dan Anggota DPR RI Rifqinizamy Karsayuda Sepakat Rawat Persatuan Jelang Pemilu 2024
Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh mahasiswa dari Ilmu Komunikasi FISIP ULM berinisial NAS.
“Saya sudah tidak perduli lagi dengan politik, karena tampaknya kita sudah tidak didengar, terlalu banyak korban dari manusia politik yang tidak tahu diri,” tuturnya.
Di sisi lain, mahasiswa Ilmu Komunikasi lainnya berinisial ARF mengatakan sikap yang cuek atau acuh tak acuh bukan hal yang bagus, dan tentu tidak boleh terus menerus dipertahankan.
“Apabila pemerintah membuat aturan yang merugikan, maka mahasiswa juga akan terdampak, oleh karena itu, kita perlu memilih dengan sangat bijak karena satu suara itu sangat berpengaruh untuk menentukan pemimpin terbaik,” terangnya.










