Pembalut Wanita Salah Satu Penyumbang Inflasi Terbesar di Kalsel September 2023

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada September 2023 merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) yang terjadi deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,17 persen atau terjadi penurunan dari 118,94 pada Agustus 2023 menjadi 118,73 pada September 2023.

Tingkat inflasi year on year (y-on-y) 2,72 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,35 persen.

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Gelar Pelatihan Gabungan Komunitas Pencinta Alam di Desa Tanuhi Lokasdo

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Gelar Rakernis Pertanahan se-Kalsel, Solhan: Mengurangi Resiko Sengketa Tanah

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Dorong Perpustakaan Kabupaten dan Kota Tervalidasi Perpustakaan Nasional

# Baca Juga :Dorong IKM Berikan Data SIINas yang Lengkap dan Akurat, Pemprov Kalsel Gelar Workshop

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh sepuluh indeks kelompok pengeluaran, dengan kenaikan terbesar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,37 persen; rekreasi, olahraga dan budaya 6,13 persen; kelompok pendidikan 4,62 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,27 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 2,95 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,49 persen; kelompok transportasi sebesar 1,72 persen; kelompok penyediaan makanan, minuman dan restoran sebesar 1,11 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,97 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,96 persen,” kata Kepala BPS Kalsel, Martin Wibisono di Banjarbaru, Senin (2/10/2023).

Komoditas yang memberi andil terbesar inflasi y-on-y September 2023, antara lain beras, rokok kretek filter, sewa rumah, emas perhiasan, upah tukang, mobil, nasi dengan lauk, bawang putih, tarif bimbingan belajar dan pembalut wanita.

Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y adalah bawang merah, bahan bakar rumah tangga, cabai merah, mangga, cabai rawit, ikan selangat, daging ayam ras, pepaya, tv berwarna, dan telur ayam ras.

Pada September 2023 dari 11 kelompok pengeluaran, 10 kelompok memberikan andil/ sumbangan inflasi y-on-y; dan 1 kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi terbesar, yaitu : kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,27 persen; kelompok transportasi sebesar 0,20 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,41 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,17 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,18 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 0,16 persen.

“Komoditas penyumbang andil inflasi y-on-y pada September 2023, antara lain beras, rokok kretek filter, sewa rumah, emas perhiasan, upah tukang, mobil, nasi dengan lauk, bawang putih, tarif bimbingan belajar dan pembalut wanita,” kata Martin.(diskominfomc.kalselprov.go.id)

editor : NMD