Pameran Suatu Hari yang Baik 2045 Membuka Jendela Transformasi Perkotaan Indonesia, Sejarah dan Visi Masa Depan Bersatu

Prita menekankan pentingnya pendidikan dan pemahaman masyarakat tentang isu-isu keberlanjutan. Dia memberikan contoh bagaimana tindakan sehari-hari, seperti pemilahan sampah dan investasi berdasarkan prinsip ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola), dapat memberikan dampak positif pada lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Diana menyampaikan bahwa Green Recovery Framework menjadi kunci penting dalam pemulihan ekonomi dan sosial pasca-pandemi COVID-19 dengan fokus pada keberlanjutan lingkungan dan perlindungan alam.

“Kita memerlukan kota-kota yang tangguh dan siap menghadapi guncangan ekonomi di masa depan. Oleh karena itu, kerangka Green Recovery ini menjadi sangat penting,” ungkap Diana.

Direktur Jenderal Cipta Karya juga menegaskan bahwa tahun 2023 penuh tantangan bagi perekonomian perkotaan, terutama setelah dunia mengalami pertumbuhan ekonomi terlemah sejak tahun 2001. Masa depan banyak negara dipengaruhi oleh produktivitas wilayah perkotaan.

Pameran “Suatu Hari yang Baik 2045” memberikan gambaran mengenai arah transformasi perkotaan di masa depan.

Pengunjung dapat menyaksikan linimasa perkembangan perkotaan Indonesia sejak tahun 1870 hingga saat ini, dilengkapi dengan penjelasan peristiwa yang terjadi pada setiap masa.

Area pameran memperlihatkan gambaran masyarakat yang akan tinggal di perkotaan yang lebih baik, dengan ruang gerak yang memadai, udara sehat, layanan air dan sanitasi yang layak, serta layanan publik yang lebih baik.