Kendati demikian, ia menambahkan akan tetap melihat situasi perkembangan serangan kabut asap dari dampak kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang masih saja terjadi di sejumlah kawasan yang bertetangga dengan Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Kota Banjarbaru.
“Jika terjadi kondisi yang buruk akan kita evaluasi kembali, yang pasti rencana strategis ini ditempuh dengan berbagai pertimbangan,” terangnya.
BACA JUGA: Setelah Lima Hari Laksanakan PJJ, Siswa SMAN 5 Banjarmasin Kembali Ikuti PTM Terbatas
Mengenai kapan diberlakukannya kebijakan tersebut, ia mengatakan masih menunggu Walikota Banjarmasin untuk memberi intruksi atau arahan mengenai keputusan finalnya.
“Keputusan akhirnya ada pada Bapak Walikota Banjarmasin mengenai pelaksanaan selanjutnya termasuk kebijakan sekolah-sekolah kembali belajar dengan sistem tatap muka,” tukasnya.
Kalimantanlive.com/Lina
Editor: elpian







