Fenomena Catcalling, Kesenangan Pribadi yang Meresahkan di Lingkungan Civitas Akademika ULM

Namun, ia belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang karena khawatir tidak memiliki argumen yang kuat.

“Saya ingin melaporkannya, tapi tidak punya bukti untuk melaporkan kejadian tersebut,” akuinya.

BACA JUGA:
Bupati Tanah Bumbu Apresiasi Kajian Bantuan Keuangan Parpol oleh ULM

Seringnya terjadi kasus catcalling di lingkungan civitas akademika mendapat perhatian dari Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) sebagai pihak yang menangani tindak kekerasan seksual di ULM.

“Penyebab catcalling ini karena kurangnya perasaan saling menghargai, sering kali pelaku merasa dirinya hanya menyapa, tetapi tidak sadar bahwa adanya penambahan gestur, siulan, dan nada kalimat yang justru menimbulkan rasa tidak nyaman dan bersifat menggoda,” beber Staf Pelayanan Satgas PPKS, Hafizah.

Ia menyarankan mahasiswa harus berani memberikan perlawanan dan jangan takut untuk menyuarakan bahwa kamu tidak suka dan catcalling itu tidak dibenarkan agar tidak ada lagi yang menjadi korban.

“Saya berberharap setiap orang harus memiliki pandangan kesetaraan yang sama, agar tidak ada yang boleh direndahkan, dilecehkan atau dijadikan sasaran tindak kekerasan,” tukasnya.

Kalimantanlive.com/Lina
Editor : elpian