Warga sipil telah menjadi korban. Anang meminta aparat kepolisian ditarik dari lokasi konflik. Termasuk mencopot kapolda Kalteng dan kapolres setempat.
“Kepada panglima TNI saya minta jangan melakukan backup dalam bentuk apapun terhadap persoalan ini. Jangan sampai TNI ikut terlibat,” jelasnya.
Tragedi Seruyan, kata dia, tak ubahnya penjajahan gaya baru. Berkaca dari kasus tersebut, TNI dan Polri mestinya tegak lurus di sisi rakyat, bukan menjadi beking korporasi.
“Rakyat Kalimantan harus bersatu melawan penjajahan gaya baru ini. Dari persoalan ini, sangat jelas polisi seperti membela perusahaan,” jelasnya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber







