Membludak, DHF Entertainment Gelar Premier Film Saranjana, Perkenalkan Budaya Kalsel ke Panggung Nasional

Syuting film yang memakan waktu selama 16 hari ini, menghabiskan dana sebesar lebih dari Rp 5 Miliar.

Sehingga Johansyah berharap masyarakat mendukung dengan menonton dan menyukai film berbasis budaya Kalsel ini serta mempromosikannya kepada warga Kalimantan maupun di luar Kalimantan sehingga mereka mengenal dan mengetahui budayanya.

BACA JUGA:
Dukung Smart City di Kota Banjarbaru, BRI Bakal Andalkan Kartu Elektronik Brizzi, Ini Kegunaannya

“Melalui film ini semoga orang-orang suka dengan filmnya yang berbasis budaya Kalsel yang bisa tayang secara nasional lalu mempromosikannya kepada teman-temannya,” harapnya.

“Film ini menjadi kesempatan kita sebagai warga lokal juga untuk memperkenalkan budaya kepada masyarakat diluar Kalimantan,” tambahnya.

Sementara itu, Salah satu Pemeran Film, Betari Ayu mengatakan film ini bukan hanya bergenre horor namun petualangan dan drama.

“Dilihat dari judul film mungkin para penonton akan menganggap bergenre horor namun sebenarnya justruk tidak hanya sekedar horor namun juga petualangan dan drama,” jelasnya.

Harapan Betari, para penonton yang sudah menonton film ini tidak spoiler karena film ini cukup menarik dan banyak rahasia didalamnya.

“Film ini sangat seru, dijamin gak akan nyesel nontonnya dan setelah nonton jangan spoiler kalau bisa nonton lagi dan ajak yang lain,” ujar pemeran Fitria dalam film.