TANJUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Benih pada Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPPTPH) Tabalong mengembangkan bibit pisang manurun dengan sistem kultur jaringan.
Hal itu dilakukan guna membantu masyarakat khususnya para petani yang menanam bibit tanaman agar terbebas dari hama penyakit.
# Baca Juga :Dimeriahkan 543 Atlet, Tabalong Open Badminton Turnament 2023 Resmi Dibuka
# Baca Juga :Jual Obat Terlarang, Remaja Ini Ditangkap Satresnarkoba Polres Tabalong
# Baca Juga :Remaja di Kelua Tabalong Tewas Gantung Diri, Sang Ibu yang Kaget Spontan Ambil Pisau
# Baca Juga :Tawarkan Promo Lewat Medsos, Polisi Tangkap Wanita Pelaku Dugaan Penipuan Sembako Murah di Tabalong
“Salah satu caranya yaitu dengan sistem kultur jaringan,” ungkap Kepala UPTD DKPPTPH Tabalong, Yana Mulyana, Kamis (26/10/2023).
Pengembangan bibit pisang ini juga untuk memenuhi banyak permintaan bibit pohon pisang di Tabalong maupun luar daerah.
“Ini pun sudah banyak permintaan saat kami sampaikan bahwa kita sudah jalankan laboratorium kultur jaringan,” lanjutnya.
Adapun proses pengembangan bibit dengan sistem kultur jaringan yang dibuat kedalam botal selama satu bulan hingga tahapan aklimatisasi.
“Tinggal dipindahkan ke polybag, nanti penyesuaian diri dengan lingkungan di luar botol,” ujarnya Mulyana.
Adapun bahan yang diperlukan diantaranya agar-agar makanan, hormon tanaman (benzil, zuran, giban, naptan butic, tupodi).(Kalimantanlive.com/ A Hidayat)
Editor : NMD







