Menaikan eksistensi
Bahkan diketahui Pasber sudah berdiri sejak 2017. Namun keberadaan geng ini sempat meredup, hingga akhirnya kembali lagi.
“Tujuan para pelaku ini, hanya ingin menaikan eksistensinya agar dikenal hebat oleh geng lainnya. Tindak Lanjut penyelidikan ini, kita juga akan memintai keterangan dari Syahriandi nantinya,” ucapnya.
Atas kejadian tersebut, orang nomor satu di jajaran Kepolisian Kota Banjarmasin ini pun menegaskan, bahwa pihaknya akan menumpas habis perkara ini hingga ke akarnya.
“Sehingga tidak ada lagi kejadian serupa terjadi di Kota Banjarmasin. Karena kalau dibiarkan saja pasti akan terjadi kembali nantinya. Kita pastikan Banjarmasin baik-baik saja,” katanya.
Ia juga mengimbau, kepada masyarakat agar jangan percaya terhadap segala isu atau informasi hoax yang beredar di masyarakat.
Bahkan ia juga meminta, agar masyarakat dapat menghentikan segala macam tindakan yang menyebarkan informasi yang berbau provokatif tanpa tahu kebenarannya, yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat di Kota Banjarmasin.
“Hentikan segala kegiatan yang berbau provokatif di media sosial, seperti menyebarkan meme-meme atau informasi tentang aksi penyerangan tersebut,” pesan Kapolresta Banjarmasin.(Kalimantanlive.com/Ilham)
editor : NMD







