BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Lomba Burung Berkicau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-497 Kota Banjarmasin resmi dibuka di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKP3) Banjarmasin, Minggu, (29/10/2023).
Kepala DKP3, Yuliansyah Effendi, mengungkapkan lomba yang merupakan rangkaian dari Hari Jadi Kota Banjarmasin ini mengalami pergeseran dari waktu yang telah ditetapkan.
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca 33 Kota di Tanah Air Senin 30 Oktober 2023: Banjarmasin Hujan dan Palangkaraya Berawan
# Baca Juga :Ajang Tumbuhkan Semangat dan Patriotisme Disbudporapar Fasilitasi Rangkaian Kegiatan Youth Fest Banjarmasin 2023
# Baca Juga :Polresta dan Pemko Banjarmasin Gelar Nikah Massal untuk Masyarakat, Segera Daftar!
# Baca Juga :Grand Opening 02 Hexagon di Banjarmasin, Tawarkan Kuliner Khas Western and Chinese
“Karena pada beberapa waktu lalu padat sekali kegiatan yang diselenggarakan oleh SKPD sehingga event ini ditunda, dan alhamdulillah pada hari ini bisa kita laksanakan, dengan perkiraan lebih dari 1.500 peserta,” kata Yuli.
Jumlah peserta ini mengacu pada lomba tahun kemarin yang berjumlah 1.500 peserta dari berbagai Pulau Kalimantan, mulai dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Tengah, bahkan sampai ke Pulau Jawa.
“Jadi event ini sebenarnya sudah skala Nasional, makanya kita dari DKP3 sendiri setiap tahunnya support terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas Burung Berkicau yang tersebar di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, dari pihak Dewan Juri, Inspektur Penilai Rajawali Indonesia, Hufron menceritakan menjelang digelarnya lomba burung berkicau tersebut pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu.
“Persiapannya sudah sangat matang, baik dari teknis penjurian, teknis di lapangan dan teknis untuk kejuaraan, jadi kita sudah mempersiapkan dari beberapa bulan sebelumnya sehingga saat ini kami siap secara mental, moral, dan lainnya,” tuturnya.
Hufron menegaskan dalam kategori penilaian tidak dilihat dari kelihaian pemilik burung, juga tidak dilihat dari sangkarnya melainkan tetap mengandalkan dan memprioritaskan kualitas kerja burung.
“Jadi saat ini kami akan tetap menjaga apa yang diberikan amanah oleh bapak Walikota Banjarmasin kepada kami dengan kerja keras dengan apa yang sudah kami pelajari, apa yang kami miliki, ilmu penjurian kami akan terapkan semaksimal mungkin,” sambungnya.
Sehingga ia menyebut dengan demikian akan menimbulkan persaingan yang lebih ketat kedepannya, dan menaikkan harga burung khususnya juga akan menambah banyak pencari bakat-bakat burung untuk event selanjutnya. (Kalimantanlive.com/Lina)
Editor : NMD







