KALIMANTANLIVE.COM – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie berhasil mengukir sejarah baru sebagai tunggal putra Indonesia kedua yang menjadi juara di French Open setelah terakhir kali Taufik Hidayat meraihnya pada tahun 2010.
Sementara itu wakil Indonesia lainnya, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana (ganda putra) harus puas menjadi runner-up.
Kepastian Jonatan juara setelah mengandaskan Li Shi Feng (China) di Glaz Arena, Rennes, Prancis, Minggu (29/10/2023).
# Baca Juga :Hasil French Open 2023 – Jonatan Singkirkan Junior Momota, 3 Wakil Indonesia Melaju ke Semifinal
# Baca Juga :Hasil French Open 2023 – Jojo dan Ginting Menang, 7 Wakil Indonesia Capai Perempat Final
# Baca Juga :Hasil French Open 2023 – Rinov/Pitha Gugur, Putri KW Beruntung, 11 Wakil Indonesia Kunci Tiket Babak 16 Besar
# Baca Juga :Hasil French Open 2023: Jonatan Christie Kalahkan Kenta Nishimoto, Ana/Tiwi dan Gregoria Gugur
Yang tak kalah penting, Jonatan turut membalaskan dendam Anthony Sinisuka Ginting yang dikalahkan Li Shi Feng pada babak perempat final Jumat lalu.
Jonatan menang dengan skor 16-21, 21-15, 21-14. Melalui kemenangan ini, Jonatan semakin unggul 4-0 atas Li yang tahun ini mengambil gelar Asian Games 2022 Hangzhou dari tangannya.
Penampilan Jonatan pada laga puncak turnamen BWF World Tour Super 750 berakhir dengan sangat manis.
Stamina Li dibuat habis-habisan mulai gim kedua hingga pergerakannya terus melambat.
Pada pertandingan yang berlangsung di Glaz Arena, Rennes, Prancis, Minggu (29/10/2023), Jonatan mengandaskan Li lewat laga comeback tiga gim berdurasi karet, 16-21, 21-15, 21-14 dalam tempo 80 menit.
Hasil tersebut menandai semakin bertambahnya rekor tak terkalahkan Jonatan atas Li setelah tiga kali pertemuan sebelumnya juga selalu Jonatan yang menang.
Start Jonatan terlalu lambat saat gim pertama dimulai. Meski mengantongi skor pertama duluan lewat smes lurus, berikutnya ia kehilangan empat poin beruntun.
Dari kesalahan sendiri dan dari salah antisipasi pukulan lawan yang sulit diterka membuat ia kalah 1-4. Pelatih Irwansyah beberapa kali meminta Jonatan untuk lebih berani dan yakin dalam menyerang. Skor mendekat 3-5.
Tetapi smes setengah kencang dari lawan membuat Jonatan kesulitan untuk bertahan. Diperparah unforced error dari pukulannya yang melebar di sisi kiri Li Shi Feng.
Smes silang kencang dari Li gagal diredam, Jonatan semakin tertinggal 3-8. Momentum sempat didapatkan Jonatan ketika ia mampu menerapkan ritme permainan di bawah kendalinya sampai mendekat 7-10.
Sayangnya kesalahan sendiri banyak membuat Jonatan rugi dan masiih terus tertinggal. Jonatan tidak bisa nyaman mendapatkan kesempatan menyerang dari smes, banyak bola-bolanya diredam oleh Li dengan pengembalian yang membuat Jonatan kesulitan.
Beberapa angka sempat ditambah Jonatan lewat kesalahan Li hingga skor mendekat 10-13. Li seakan berupaya mengganggu konsentrasi Jonatan dengan meminta lapangan dipel akibat keringat.







