Indonesia Masuk Pancaroba, BMKG Ingatkan Bahaya Banjir Bandang, Longsor dan Hujan Es

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut Indonesia mesuk masa pancaroba atau peralihan musim. Hal itu bisa memicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Untuk itu BMKG meminta kepada masyarakat yang tinggal didaerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkap pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yang bisa memicu potensi cuaca ekstrem.

# Baca Juga :Info Cuaca 33 Kota di Tanah Air Sabtu 28 Oktober 2023, BMKG: Banjarmasin Cerah dan Palangkaraya Berasap

# Baca Juga :Info Cuaca 13 Kota di Kalsel Jumat 27 Oktober 2023, BMKG: 3 Wilayah Berpotensi Turun Hujan Ringan

# Baca Juga :9 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat dan Angin Kencang Kamis 26 Oktober, BMKG: Kalsel Cerah

# Baca Juga :Info Cuaca 33 Wilayah di Indonesia Rabu 25 Oktober 2023, BMKG Sebut Banjarmasin Hujan Siang Hari

“Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan. Mulai dari hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta hujan es,” ujar Dwikorita, Sabtu (28/10/2023).

Ditambahkan Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, khusus untuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, (Jabodetabek), saat ini wilayah tersebut sudah masuk fase akhir pancaroba.

“Masih belum masuk musim hujan, namun sudah indikasi mengarah akhir Pancaroba,” tambah Guswanto, Rabu (25/10/2023).

Pada masa pancaroba ini, arah angin bertiup sangat bervariasi hingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya.

Namun, Dwikorita menyebut secara umum biasanya kondisi cuaca di pagi hari cerah, siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam.

Dwikorita mengungkap itu ditandai oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) yang biasanya muncul di saat pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas.

Menjelang sore hari, awan ini akan berubah menjadi gelap yang kemudian dapat menyebabkan hujan, petir, dan angin.

“Curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal didaerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati,” tutur Dwikorita.

BMKG memprediksi awal musim hujan 2023/2024 umumnya akan terjadi pada bulan Oktober – Desember 2023 yaitu sebanyak 477 Zona Musim (ZOM) atau 68,2 persen wilayah.

Sementara, puncak musim penghujan umumnya diprakirakan pada bulan Januari–Februari 2024, yaitu sebanyak 385 ZOM (55,1 persen wilayah).