UPDATE Perang Hamas vs Israel: Gaza Sekarat, 9.521 Orang Tewas Sebagian Besar Anak dan Perempuan

Gaza sekarat

Dikutip Reuters, terlepas dari tekanan internasional untuk gencatan senjata, Israel kekeh melancarkan serangan udara dan artileri ke Jalur Gaza pada Senin pagi.

Serangan udara Israel menghantam daerah dekat Rumah Sakit Shifa dan Al-Quds di Gaza, dua rumah sakit terbesar di wilayah itu. Baku tembak antara milisi Hamas dan tentara Israel juga dilaporkan berlangsung semakin sengit di timur Khan Younis, selatan Gaza.

Militer Israel bahkan melayangkan perintah darurat agar warga Palestina segera angkat kaki ke selatan Gaza yang diperkirakan bakal menjadi target utama gempuran mereka.

Gempuran Israel yang makin membabi-buta ke Gaza ini pun semakin membuat kondisi warga di wilayah itu “sekarat”.

Beredar kabar di media sosial jika Kementerian Pendidikan di Gaza terpaksa menutup sekolah dan mengakhiri tahun ajaran sekolah lantaran sebagian besar pelajar tewas akibat gempuran Israel. Meski begitu, belum ada media internasional dan organisasi yang dapat memverifikasi laporan tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan “ketertiban sipi” semakin memburuk lantaran banyak warga membobol gudang dan mencuri makanan, obat-obatan, hingga kebutuhan pokok lainnya dari gudang PBB untuk bertahan hidup.

Sebab, selain menggempur via darat dan udara, Israel juga masih membatasi akses bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Jalur Gaza. Akses internet, komunikasi, air, listrik, hingga makanan juga sempat terputus total.

Di Tepi Barat Palestina, sekitar 50 kendaraan militer Israel juga dilaporkan menyerbu Rumah Sakit Ibnu Sina di Jenin. Serbuan itu memicu bentrokan dengan warga sekitar hingga menewaskan satu orang dan melukai tiga orang lainnya.

Setelah upaya mengadopsi resolusi bersama gagal beberapa kali, Dewan Keamanan PBB berencana menggelar lagi rapat darurat pada Senin waktu New York.

Uni Emirat Arab, yang mengagas rapat darurat ini, berupaya meloloskan resolusi soal jeda kemanusiaan di Jalur Gaza. Jeda kemanusiaan merupakan desakan gencatan senjata antara Hamas dan Israel agar bantuan internasional bisa tersalurkan dengan aman ke warga di Gaza.

UEA adalah satu-satunya negara Arab yang saat ini menjadi anggota DK PBB.

Dikutip CNN, pertemuan darurat ini disepakati setelah 120 negara melakukan pemungutan suara untuk resolusi Majelis Umum PBB pada Jumat lalu.

Resolusi yang diperkenalkan oleh Yordania itu menyerukan “gencatan senjata kemanusiaan berkelanjutan” di Gaza. Amerika Serikat adalah salah satu dari 14 negara yang menentang resolusi tersebut, dan 45 negara abstain.

Sejumlah sumber mengatakan rancangan teks resolusi DK PBB yang akan dirapatkan nanti menyerukan “gencatan senjata kemanusiaan segera” dan “jeda kemanusiaan” lebih lanjut.

Awal bulan ini, AS memveto rancangan resolusi di DK PBB yang menyerukan jeda kemanusiaan.

Demo dukung Palestina makin menggema di negara Barat
Demonstrasi mendukung Palestina terus merebak dan meluas di berbagai negara di dunia, termasuk negara Barat.

AP melaporkan puluhan ribu orang berkumpul di bawah hujan lebat di London pada Sabtu (21/10) untuk menuntut Israel menghentikan serangan di Jalur Gaza.

Warga London berkumpul di Marble Arch dekat Hyde Park sebelum akhirnya melakukan long march menuju distrik pemerintahan, Whitehall. Menurut kepolisian, demo yang berlangsung selama tiga jam itu diikuti “hingga 100 ribu” orang.

Para demonstran tersebut berdemo sambil mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan seruan “Hentikan pemboman Gaza”. Mereka juga mendesak Israel menyudahi blokade dan serangan udaranya.