“Misalnya dialihkan ke tempat lain tidak apa-apa meski harus membayar sewa asalkan harga sewanya terjangkau atau kalau disuruh bertahan di sini juga tidak masalah asal dibersihkan yang roboh itu supaya kami bisa berjualan dengan leluasa,” lanjut pedagang sate ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang lain yang menetap disana, yakni Rusnani (53). Ia mengaku sudah sering menyampaikan keluhannya, namun tidak pernah digubris oleh dinas terkait.
“Sudah sering menyampaikan keluhan kita, tetapi tidak ada juga tindak lanjutnya, tidak ada yang mau membetulkan kanopi ini padahal sangat membahayakan sekali,” tuturnya sembari menahan sedih.
BACA JUGA: Film Jendela Seribu Sungai Merugi, Disbudporapar Banjarmasin Bakal Gaet Max Stream dan Netflix
BACA JUGA: Seru, Sebanyak 1.500 Peserta Ramaikan Lomba Burung Berkicau Hari Jadi ke-497 Kota Banjarmasin
Ia menambahkan sempat ada tanggapan singkat dari pihak Koperasi atas insiden ini akan tetapi hingga saat ini tidak ada tindak lanjut apapun.
“Kemarin pihak koperasi bilangnya akan memperbaiki kanopi ini tapi menunggu mandat dari pemerintah kota terlebih dahulu, kita tunggu sampai sekarang tidak ada peninjauan apa-apa,” akuinya.
Rusnani yang menempati kios paling depan ini pun mau tidak mau menjadi pedagang yang paling terdampak atas ambruknya kanopi yang persis di atas kiosnya.







