Menurutnya, pekerja migran asal Kalsel cenderung lebih tertarik bekerja di negera Timur Tengah dan Asia Tenggara karena kesamaan budaya dan agama.
“Sementara negara tujuan di Asia Timur kurang diminati karena warga Kalimantan Selatan kesulitan beradaptasi dengan makanan dan lingkungan di sana,” ujarnya.
Disisi lain, Ketua Komisi I DPRD Tabalong, Supriani menambahkan pihaknya siap mendukung program pelayanan dan perlindungan pekerja migran di Tabalong.
“Hal ini dapat mencakup pembentukan Satuan Tugas untuk mengantisipasi Penempatan Non Prosedural Pekerja Migran Indonesia atau pembentukan Layanan Terpadu Satu Atap-Pekerja Migran Indonesia (LTSA-PMI),” tambahnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat
Editor: surya







