“Misalnya dialihkan ke tempat lain tidak apa-apa. Meskipun juga harus bayar sewa asalkan biayanya terjangkau, atau bahkan diminta untuk bertahan di sini juga tidak masalah asal dibersihkan tempat yang roboh, tersebut agar kami bisa lebih leluasa dalam berjualan,” ucap penjual sate ini.
Hal senada juga diutarakan oleh pedagang lain, yakni Rusnani (53). Ia mengaku sudah sering menyampaikan keluhannya, namun tidak pernah digubris.
“Sudah sering menyampaikan keluhan, tetapi tidak ada juga tindak lanjutnya, tidak ada yang mau membetulkan kanopi ini padahal sangat membahayakan sekali,” tuturnya sembari menahan sedih.
BACA JUGA: BPDB Banjarmasin Berkolaborasi dengan ULM Gelar Seminar Karhutla, Mau Ikut, Ini Informasinya!
BACA JUGA: Film Jendela Seribu Sungai Merugi, Disbudporapar Banjarmasin Bakal Gaet Max Stream dan Netflix
Menurutnya, sebelum itu sempat menerima tanggapan singkat dari pihak Dinas terkait atas insiden tersebut. Namun hingga saat ini tidak ada tindaklanjutnya.
“Sudah sering menyampaikan keluhan kita, tetapi tidak ada juga tindak lanjutnya, tidak ada yang mau membetulkan kanopi ini padahal sangat membahayakan sekali,” tuturnya sembari menahan sedih.
Rusnani yang menempati kios paling depan ini pun mau tidak mau menjadi pedagang yang paling terdampak atas ambruknya kanopi yang persis di atas kiosnya.
“Siapa lagi pembeli yang mau datang dengan keadaan kanopi yang ambruk ini, tapi kita tetap bertahan meskipun sudah sepi karena mau mencari ke tempat lain juga susah,” keluhnya.
Ia berharap, segera mungkin Pemko Banjarmasin dapat mendaratkan atensinya kepada pihaknya.
“Karena disini lebih dari 10 orang masih bertahan, dan semuanya tetap buka toko di tengah situasi ini. Pada intinya kami berharap ada perubahan seperti dapat bantuan, dan alhamdulilah kalau kita dapat tempat yang lebih layak lagi,” harapnya.







