BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Himpunan Mahasiswa Geografi (HMG) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar seminar Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla).
Analisis Mitigasi Bencana BPBD Kota Banjarmasin, Hanafi sebagai pemateri dalam acara yang dilaksanakan di Gedung Lecture Theater Hall FISIP ULM ini memaparkan materi mengenai penanggulangan karhutla.
# Baca Juga :BPDB Banjarmasin Berkolaborasi dengan ULM Gelar Seminar Karhutla, Mau Ikut, Ini Informasinya!
# Baca Juga :Wali Kota Banjarbaru Ingin Masyarakat Lebih Siap Menghadapi Karhutla dan Banjir
# Baca Juga :VIRAL Relawan Damkar Diusir Warga Saat Hendak Padamkan Karhutla di Sungai Tabuk, Polisi Ungkapkan Faktanya
# Baca Juga :Kabut Kabut Asap Semakin Menipis, Ini Instruksi Gubernur Kalsel untuk Satgas Karhutla
Di mana ia menyebut 99% penyebab karhutla adalah faktor manusia dan 1% akibat faktor alam seperti musim kemarau.
“Pada jaman dulu, faktor alam menjadi faktor utama tapi karena sekarang perhutanan dijadikan permukiman sehingga kawasan hutan menjadi sempit maka dari itu faktor utama karhutla beralih ke manusia,” paparnya pada kegiatan yang berlangsung, Minggu (5/11/2023).
Hanafi juga membeberkan kasus karhutla pada tahun 2023 terjadi peningkatan dua kali lipat dibandingkan pada tahun 2019 yang lalu.
“Di tahun 2023 dari 26 Juli hingga 28 November terhitung ada 41 kejadian karhutla yang menghanguskan 5,48 Hektar semak belukar sehingga kasus ini dua kali lipat dari tahun 2019 di mana ada 20 kejadian karhutla,” bebernya.
Terjadinya peningkatan karhutla yang sangat signifikan membuat BPBD memfokuskan kepada faktor utama di mana perilaku manusia yang harus segera dibenahi.
“Sebagai pencegahan dini, kita manfaatkan kegiatan ini untuk menambah pengetahuan masyarakat terutama mahasiswa mulai dari cara pencegahan, penanganan dan pemulihan pasca kejadian karhuta, sehingga mereka bisa mengedukasi kembali kepada masyarakat dengan lingkup yang lebih luas,” ucapnya di sela-sela kegiatan.
Oleh karenanya besar harapan BPBD kepada mahasiswa di mana ia menginginkan mahasiswa menjadi agen penyebaran informasi yang bertugas untuk menyampaikan tentang bahaya karhutla ini kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Seksi Darkahutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Bambang Marwanto yang didampingi oleh Fathurrahman, Staff Darkahutla Dinas Kehutanan Prov Kalsel, juga mengharapkan mahasiswa dapat ikut serta dalam pengendalian karhutla.
“Dengan cara sosialisasi di media sosial itu sudah termasuk penanggulangan karhutla yang paling efektif, kalaupun mahasiswa ingin langsung terjun ke lapangan maka kami siap mengajak mereka dan melibatkan mereka dalam pengendalian karhutla,” harap Bambang ketika diwawancarai oleh Kalimantanlive.com.







