Siswa SMKN 1 Martapura Ikuti Pelatihan Pemulasaran Jenazah, Arini: Modal untuk Berpartisipasi di Masyarakat

MARTAPURA, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar menggelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah di Kalangan Pemuda (Saran Kanda) di SMKN 1 Martapura, Senin (6/11/2023).

Pelatihan Saran Kanda ini dilakukan setelah kegiatan yang sama dilaksanakan di Desa Tanjung Rema Darat yang menyasar kaum muda.

Kepala Bidang Kepemudaan Dr Muhari saat membuka kegiatan menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan yang ke sembilan kalinya digelar di kalangan pemuda.

# Baca Juga :Kajati Kalsel dan Bupati Banjar Resmikan Pusat Layanan dan Sarana Baru di Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar

# Baca Juga :PKK Kabupaten Banjar Kerjasama BPBD Latih Ibu-ibu di Dua Desa Tangguh Bencana

# Baca Juga :Petakan Capaian Pemberantasan Korupsi, ASN Kabupaten Banjar Diminta Mengisi SPI dan MCP KPK

# Baca Juga :Pelatihan Pemadam Kebakaran Tingkat Dasar 2023: Garda Terdepan Kabupaten Banjar Dibekali Keterampilan oleh DPKP

Kegiatan menyasar pada kalangan pemuda karena pemuda adalah pengganti yang sudah tua. Dr Muhari berharap kepada siswa agar bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik baiknya, agar ilmu yang didapat nantinya bisa diterapkan di tengah-tengah masyarakat.

“Minimal bisa mengurus jenazah keluarga, syukur-syukur bisa ikut pada kegiatan masyarakat nantinya,” harapnya.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan, Salmani mengatakan, terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Disbudporapar dengan programnya Saran Kanda.

Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat tidak hanya dalam praktik disekolah tetapi juga bermanfaat pada kehidupan bermasyarakat. Salmani juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk bekerjasama dengan Pemkab Banjar dengan segala program-programnya.

Kegiatan Saran Kanda diikuti sebanyak 30 peserta, terdiri dari 15 siswa dan 15 siswi. Dilatih oleh tenaga pengajar berkompeten asal Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Sementara jadwal kegiatan selanjutnya atau ke sepuluh akan digelar di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan.

Puluhan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, seperti Arini yang mengaku bahwa kegiatan adalah modal awal untuk berpartisipasi pada kegiatan masyarakat.

“Saya sangat bersemangat mengikuti pelatihan ini, karena sadar pada dasarnya semua orang akan kembali menghadap sang pencipta, dan ini modal awal agar nanti bisa juga berpartisipasi pada kegiatan masyarakat,” ujarnya.(Kalimantanlive.com/nabila)

Editor : NMD