BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melakukan penandatanganan naskah hibah sekaligus serah terima barang milik daerah antara Pemkab Balangan dengan Pemprov Kalsel.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menyampaikan bahwa melalui kebijakan otonomi daerah, pemerintah memberikan keleluasaan bagi daerah untuk menemukan alternatif pemecahan masalah secara inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan.
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Hibahkan Pembangunan Jalan ke Kabupaten Balangan, Dukung Pemindahan Ibukota Indonesia
# Baca Juga :Inflasi Kalsel Oktober 2023 Terkendali, Pemprov Kalsel: Beras dan Daging Ayam Jadi Pendorong
# Baca Juga :11 Jabatan Esselon II Pemprov Kalsel Kosong, BKD Sebut Soal Lelang Jabatan
# Baca Juga :Pemprov Kalsel dan ULM Berkolaborasi Luncurkan SDGs Center, Ini Tujuannya
“Oleh karena itu, pemerintah daerah dituntut untuk lebih memperhatikan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kemandirian daerah didalam melaksanakan pembangunan,” kata Sahbirin di Banjarmasin, Rabu (8/11/2023).
Dikatakan Gubernur Sahbirin, dalam rangka mempercepat pembangunan di pulau Kalimantan, khususnya di Provinsi Kalsel, serta untuk membangun daya saing ekonomi melalui percepatan konektivitas dan kedaulatan energi daerah, diperlukan berbagai inovasi dan terobosan.
“Hal ini agar Kalsel tidak hanya berperan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru, namun juga menjadi etalase Indonesia baru yang mengedepankan kearifan lokal,” ucap Sahbirin.
Kabupaten Balangan yang berbatasan dengan Kabupaten Tabalong, Kotabaru dan Paser diakui Sahbirin memang memiliki letak yang sangat strategis. Oleh karena itu, peran Pemprov sangat penting dalam rangka mendukung percepatan Kalsel sebagai gerbang dan penyangga ibu kota negara yang baru.
“Dengan diserahkannya hibah berupa pembangunan ruas jalan serta sarana pendukungnya, khususnya ruas jalan Desa Uren – Tampaan – Ambata, tentu akan memberikan akses yang lebih luas bagi Provinsi Kalsel. Hal ini sangat membantu dalam meningkatkan infrastruktur guna memperlancar mobilitas melalui hutan produksi, hutan lindung, dan hutan produksi terbatas hingga menyambung ke jalan nasional Kabupaten Paser,” tambahnya.
Lanjutnya, jalan tersebut kelak dapat menjadi alternatif baru akses pergerakan barang, penumpang serta bahan baku industri seperti hasil pertanian, perkebunan, pertambangan, UMKM, dan akses menuju obyek wisata di Balangan. Dengan demikian, akan semakin memperkuat posisi Kalsel Babussalam sebagai pintu keselamatan dan kawasan penyangga Ibu Kota Negara baru.







