Alasan Pemprov Kalsel Bentuk Kawasan Siaga Bencana di HSS, Achmadi: Diperlukan Respon Cepat!

KANDANGAN , KALIMANTANLIVE.COM – Dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan risiko bencana, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Sosial melakukan pembentukan Kawasan Siaga Bencana (KWSB) Sehati di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi pada pembukaan kegiatan mengatakan, dampak bencana alam yang terjadi dapat menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan rusaknya prasarana dan sarana publik.

# Baca Juga :Pemprov Kalsel dan Balangan Tandatangani Hibah Jalan Menuju IKN, Sahbirin: Percepat Pembangunan di Banua

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Hibahkan Pembangunan Jalan ke Kabupaten Balangan, Dukung Pemindahan Ibukota Indonesia

# Baca Juga :Inflasi Kalsel Oktober 2023 Terkendali, Pemprov Kalsel: Beras dan Daging Ayam Jadi Pendorong

# Baca Juga :11 Jabatan Esselon II Pemprov Kalsel Kosong, BKD Sebut Soal Lelang Jabatan

“Sementara itu waktu untuk bereaksi sangat singkat, faktor risiko amat tinggi. Penundaan respon darurat dapat menimbulkan dampak yang buruk dan terdapat ketidakpastian yang amat tinggi, maka diperlukan respon yang cepat dan tepat termasuk respon dalam penanganan lebih lanjut bagi korban bencana,” kata Achmadi, Kandangan, HSS, Kamis (9/11/2023).

Lebih lanjut dikatakan Achmadi, bencana dapat memberikan dampak yang sangat luar biasa, dengan sekejab dan hitungan detik dapat menimbulkan kerugian harta benda, nyawa dan kerusakan sarana dan prasarana, hilangnya penghidupan/mata pencaharian, hilangnya pelayanan publik, kerugian ekonomi sehingga menghambat roda pembangunan di Indonesia.

“Seperti akhir-akhir ini cuaca yang cenderung ekstrem, akibatnya bencana banjir dan tanah longsor terjadi dimana-mana yang saat ini memasuki musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan di Indonesia termasuk Kalsel,” ucapnya.

Salah satu model penanggulangan bencana berbasis masyarakat yaitu Kawasan Siaga Bencana yang merupakan rangkaian penanggulangan bencana bertujuan untuk mengurangi jumlah korban atau pengurangan risiko bencana.

“KWSB dibentuk dengan maksud untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan risiko bencana dengan cara menyelenggarakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada di sekitar lingkungan ini,” tambah Achmadi.