Kenaikan Harga Bawang Merah, Gula, dan Cabai Terpantau di Banjarmasin: Disperdagin Imbau Masyarakat Untuk Berhemat

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Sejumlah harga komoditi terpantau melonjak naik selama seminggu terakhir belakangan, sebut saja bawang merah, gula, dan cabai tiung.

Helda, pedagang bawang di Pasar Sentral Antasari mengaku bawang merah mengalami kenaikan secara bertahap.

“Harga awalnya berada di Rp 15 Ribu perkilo sekarang mengalami kenaikan dua kali lipat yakni Rp 35 Ribu perkilo,” ujarnya.

BACA JUGA: Harga Sembako Melonjak di Pasar Sentral Antasari, Bawang Merah Naik Dua Kali Lipat

BACA JUGA: Pemkot Banjarmasin Tabur Bunga untuk Memperingati Hari Pahlawan ke-78 dan Pesan Untuk Generasi Muda

Ia memperkirakan, kenaikan harga bawang merah ini dipengaruhi oleh Natal dan Tahun Baru yang akan segera diperingati pada akhir tahun.

“Kemudian karena dampak dari musim kemarau kemarin,” sambungnya.

Lonjakan harga ini pun tidak hanya di satu komoditi saja, melainkan juga di komoditi lain seperti cabai tiung, yang sudah mengalami kenaikan selama satu bulan terakhir.

“Harganya sudah mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram, harga awalnya hanya berkisar Rp 45 Ribu hingga Rp 50 Ribu per kilogram,” ujar Putri, salah satu pedagang cabai.

Kendati harga cabai tiung meroket, tak membuat warga enggan membeli, ia mengungkapkan peminat cabai tiung tidak pernah sepi pembeli.

Di samping itu, komoditi gula pasir pun juga mengalami kenaikan selama beberapa hari terakhir secara bertahap.