“Naiknya lumayan, harga awalnya Rp 14 Ribu naik menjadi Rp 15 Ribu sekarang naik lagi menjadi Rp 16.500 Ribu,” kata pedagang sembako, Adi N’talu.
Meski demikian, ia memperkirakan sebelum Nataru harga gula akan turun kembali seperti sedia kala.
“Kalau jelang Nataru sih biasanya tidak naik, jadi sepertinya harga gula akan turun lagi,” tandasnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengaku bahwa ada sejumlah kebutuhan bahan pokok alami kenaikan.
BACA JUGA: Kronologi Kebakaran di Taman Kamboja Banjarmasin, 3 Rumah Hangus, Api Berasal dari Rumah Kosong
BACA JUGA: Upaya Turunkan Angka Stunting di Banjarmasin, Wakil Wali Kota Bagikan Bingkisan Bergizi
“Komoditi gula pasir saat ini mengalami kenaikan karena adanya penipisan stok sehingga jumlahnya agak berkurang di pasaran,” ujarnya.
Selain itu ia juga memaparkan komoditi cabai mengalami lonjakan harga yang liar di mana kenaikan sebesar Rp 40 Ribu.
”Harga normalnya hanya Rp 70 Ribu sekarang ada yang sampai jadi Rp 120 Ribu per kilogramnya,” sebutnya.
Oleh karena itu ia menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhemat pada kebutuhan pokok tertentu yang memang kondisinya menipis.







