TANJUNG, Kalimantanlive.com – Dampak cuaca ekstrim atau El Nino beberapa bulan belakangan membuat sektor pertanian terutama komoditas padi tingkat produksinya menurun.
Sejumlah cara dilakukan Pemkab Tabalong dengan melakukan pencanangan tanam perdana padi gogo di Hamparan Kelompok Tani Harapan Baru Desa Bintang Ara, Kecamatan Bintang Ara, Jum’at (10/11/2023).
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPPTPH) Tabalong, Fahrul Raji gerakan itu juga upaya meningkatkan produksi beras lokal dengan potensi lahan yang luas untuk sektor pertanian.
BACA JUGA: 62 FAD Tabalong Resmi Dikukuhkan, Bantu Pemerintah Dorong Pemenuhan Hak Anak
BACA JUGA: Bupati Tabalong Akui Pembangunan di Muara Uya Banyak Berubah
“Ini potensinya luar biasa, apabila kita kembangkan akan membantu ketahanan pangan kita dan produksi padi terutama produksi padi lokal,” ujarnya.
Adapun dalam gerakan tersebut, para petani mendapat bantuan benih lokal yakni siam tipung, rindu menangis dan cantik manis serta bantuan lainnya.
“Yang paling penting mereka (warga) yang membantu pembersihan lahan satu hektare ini, kita berikan Rp 4 juta,” ungkapnya.
“Yang paling penting mereka yang melakukan pembersihan lahan satu hektare ini, kita berikan Rp 4 juta,” ungkapnya.
Diketahui, gerakan tanam padi gogo ini dilakukan di lima kecamatan yakni Bintang Ara seluas 40 hektare. Sedangkan Jaro, Upau, Haruai, dan Muara Uya masing-masing 15 hektare.









