BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Polresta Banjarmasin kembali mengungkap aksi kelompok remaja diduga gangster yang kembali berulah di kawasan Tembus Mantuil dan Simpang Empat Gerilya, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Sabtu (11/11/23) malam dini hari.
Pengungkapan tersebut dipimpin Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo dalam kegiatan konferensi yang berlangsung di Halaman Mapolsek Banjarmasin Selatan, Sabtu (11/11/23) sore.
Sebanyak lima belas orang pelaku, yang masih berstatus Anak Berhadapan Hukum (ABH) dihadirkan petugas dalam tersebut.
Diketahui dua belas orang pelaku adalah laki-laki, sementara tiga lainnya merupakan perempuan.
“Pelaku utamanya ada 3 orang. Tugasnya masing-masing, ada yang sebagai admin, tukang video, dan juga tugas lainnya. Salah satu diantara pelaku merupakan residivis kasus pencurian,” ujar Kapolresta, didampingi Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Agus Sugianto dan Kasat Reskrim Kompol Thomas Afrian.
Dimana akibat ulah para pelaku, diketahui ada empat orang yang menjadi korban lantaran terluka, akibat dianiaya menggunakan benda tajam.
“Total korbannya ada 4 orang. 2 orang di kawasan Tembus Mantuil, dan dua korban lainnya itu di simpang 4 gerilya,” ujarnya.
Selain itu, Polresta Banjarmasin juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti lima buah sepeda motor, empat buah handphone, dan sebuah senjata tajam jenis arit yang diduga digunakan para pelaku dalam melaksanakan aksinya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kronologi kejadian tersebut bermula pada saat kelompok anak-anak yang diamankan telah memiliki musuh dan berjanji ingin tawuran.
Adapun diketahui, geng ini sendiri merupakan geng SKN dan Kampung Bahari. Sementara kelompok musuh adalah geng ECH_Berbahaya asal Martapura, Kabupaten Banjar.
Dimana keduanya telah merencanakan aksi di kawasan Jalan Gubernur Soebarjo, Kelurahan Basirih, Kota Banjarmasin. Namun, saat bertemu di lokasi yang telah dijanjikan, gangster ECH_Berbahaya kabur lantaran ragu dengan jumlah kelompoknya yang kurang dibandingkan musuh.







