Kronologi Dosen di Banjarbaru Jadi Korban Penipuan Pengobatan Jarak Jauh via TikTok, Kerugian Ratusan Juta

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Polres Banjarbaru berhasil mengungkap kasus penipuan dengan modus pengobatan jarak jauh yang diduga dilakukan oleh NF (36), warga Kota Bandung, Jawa Barat terhadap KPR (32), seorang dosen di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kasi Humas Polres Banjarbaru, AKP Syahruji membeberkan kronologi kejadian yang mengakibatkan dosen berinisial KPR mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Menurut AKP Syahruji, insiden bermula pada 10 Agustus 2023, saat KPR membuka live TikTok NF yang sedang mempromosikan jasa pengobatan spiritual. NF memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta foto anggota keluarga KPR dan menyatakan bahwa keluarganya terkena guna-guna, memerlukan pengobatan spiritual, dan keselamatannya terancam.

# Baca Juga :Polres Banjarbaru Fokus pada 7 Pelanggaran Utama dalam Operasi Zebra Intan 2023

# Baca Juga :Polres Banjarbaru Mulai Operasi Zebra Intan 2023 untuk Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas

# Baca Juga :Polres Banjarbaru Tetapkan 1 Tersangka Pembakar Lahan di Landasan Ulin, Dibakar Lalu Ditinggalkan

# Baca Juga :Siap-siap! 1 Maret 2023, Satlantas Polres Banjarbaru Berlakukan Tilang Elektronik

Tanpa curiga, KPR mengirim sejumlah uang ke akun Dana NF sebagai biaya pengobatan, dengan total kerugian mencapai Rp 118.391.000.

“Pelaku memanfaatkan berbagai momen untuk meminta transfer, mengancam korban dengan santet jika tidak mentaati permintaannya,” kata AKP Syahruji ketika di konfirmasi melalui Whatsapp, Selasa (14/11/2023).

Setelah melalukan penyelidikan, papar AKP Syahruji, Polres Kota Banjarbaru berhasil menangkap pelaku pada 9 November 2023 di Kota Bandung. NF mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan pengobatan spiritual.

Pelaku NF, yang sebelumnya merupakan residivis dalam perkara penggelapan, mengaku menggunakan hasil kejahatannya untuk membayar hutang, membeli koin TikTok, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, Kapolres Kota Banjarbaru, AKBP Dody Harza Kusumah, menghimbau masyarakat lebih berhati hati terhadap tawaran pengobatan jarak jauh atau yang bersifat mistis.