BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banjarmasin, mengungkapkan intensitas musibah kebakaran pemukiman di Kota Banjarmasin terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun 2021 ada 97 kasus, tahun 2022 ada 106 kasus dan 2023 sampai November ini ada 160 kasus belum termasuk kejadian kemarin yang 4 kasus,” jelas Plt Kepala DPKP Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, Selasa (14/11/2023).
Sehingga menurutnya apabila di total mendekati angka 170 kejadian kebakaran di permukiman, yang berarti mengalami peningkatan hampir 70 persen dibandingkan tahun lalu.
# Baca Juga :Peduli Korban Kebakaran di Kamboja, Wakil Wali Kota Banjarmasin Serahkan Uang Jutaan dan Sembalo
# Baca Juga :Kebakaran di Kelayan Banjarmasin Saat Dinihari, Dua Rumah Hangus Tinggal Puing
# Baca Juga :Kronologi Kebakaran di Taman Kamboja Banjarmasin, 3 Rumah Hangus, Api Berasal dari Rumah Kosong
# Baca Juga :Korban Kebakaran di Desa Geronggang Dihujani Bantuan, Bupati Kotabaru Minta Maaf karena Terlambat
“Nanti akan kita share kalau data terbaru nya sudah di update,” imbuhnya.
Kendati musim kemarau tahun ini lebih panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Husni mensinyalir kebakaran permukiman disebabkan oleh korsleting listrik.
“Untuk memastikan hal tersebut kami sudah duduk bersama PLN, di mana saya katakan jangan hanya fokus ke penanganan saja, tetapi juga harus berfokus kepada pencegahan dan kesiapsiagaan,” bebernya.
Terlebih, menurut pihak PLN yang membuat rentan terjadi korsleting listrik ialah daya listriknya 900 watt kebawah dan PLN hanya bertanggungjawab sampai di kilometernya saja.







