Menurutnya, bagaimanapun pekerjaan sebagai ketua RT bukan hal mudah namun berat mengingat selama hampir 24 jam harus berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Jadi RT ini sering berkoordinasi, sering membantu masyarakat dalam administrasi dan sebagainya. Kalau itu terealisasi dengan baik, bisa jadi satu kemudahan bagi ketua RT kita di sini,” ujarnya.
Diketahui, Bimtek gelombang II ini diikuti 308 orang terdiri dari 46 Ketua RT di Kecamatan Upau, 93 Ketua RT di Haraui, 49 Ketua RT di Bintang Ara dan 120 Ketua RT di Tanjung.
(Kalimantanlive.com/ A Hidayat)
Editor : NMD









