Pasar Harum Manis Bakal Direnovasi 2024, Disperdagin Banjarmasin: 250 Pedagang Sudah Setuju

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Sejalan dengan berakhirnya Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) pada tahun 2022 lalu, membuat pengelolaan Pasar Harum Manis berpindah tangan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin yang sebelumnya berada di tangan ketiga, yakni swasta.

Beranjaknya pengelolaan tersebut, menjadikan Pasar Harum Manis yang berlokasi di Jalan Pasar Baru, Kelurahan Kertak Baru Ilir, Kecamatan Banjarmasin Tengah, menjadi sasaran pembaharuan pada tahun 2024 mendatang.

# Baca Juga :Prakiraan Cuaca BMKG Jumat 17 November 2023: Banjarmasin Hujan Ringan & Banda Aceh Waspada Hujan Petir!

# Baca Juga :Prakiraan Cuaca BMKG Kamis 16 November 2023: Banjarmasin, Palangkaraya dan Samarinda Hujan

# Baca Juga :RoadShow Gernas 1000 StartUp Digital di Banjarmasin, Dorong Potensi Industri Digital di Kalsel

# Baca Juga :10 Pelajar SMP Dikukuhkan Jadi Duta Perda Kota Banjarmasin, Ini Harapan Wakil Wali Kota Arifin Noor

Kendati akan dilakukan renovasi, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar enggan membeberkan secara transparansi mengenai nominal anggaran yang akan diusulkan.

“Untuk perbaikan bangunan pasar, kita anggarkan untuk tahun depan adapun proses rehabilitasinya akan dilakukan secara berkala,” ujarnya, Kamis (16/11/2023).

Berkenaan dengan anggaran, ia mengaku hal tersebut masih dalam pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.

“Mengingat anggaran yang dibutuhkan cukup besar, kami mengambil angka minimal yang semoga saja disetujui,” sambungnya.

Disamping itu, ia juga mengungkapkan sebelum berakhirnya SHGB, pihak Disperdagin telah melalukan sosialiasi kepada pedagang terkait pengelolaan kedepannya.

“Sudah disetujui sebanyak 250 pedagang di sana, yang berarti mereka sepakat bahwa Pasar Harum Manis sepenuhnya dikelola Pemkot,” terangnya.

Adapun retribusi dari Pasar Harum Manis telah ditarik oleh Pemkot sejak awal bulan September 2023, di mana Tezar menerangkan target retribusi sebesar Rp 300 Juta per tahun, di mana saat ini masih terealisasi sebesar Rp 35 Juta.

“Hal yang wajar kalau sampai akhir tahun nanti pendapatan masih belum tercapai 100 persen, karena masih permulaan,” tuntasnya.

(Kalimantanlive.com/Lina)
Editor : NMD