BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Kota Banjarmasin memperkenalkan aplikasi Teras Data Berbagi, bertempat di ruang Banjarmasin Command Center (BCC) Balai Kota Banjarmasin, Senin (20/11/2023).
Di mana aplikasi ini merupakan inovasi yang terintegrasi data sektoral tematik berbasis geospasial yang bertujuan menjadi wahana pengambilan keputusan dan penyampaian informasi publik di Kota Banjarmasin.
# Baca Juga :Miliki Peran Strategis, Pemkot Jadikan Kampung Keluarga Berkualitas Miniatur Kota Banjarmasin
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Hari Ini Selasa 21 November 2023, BMKG: Banjarmasin dan Palangkaraya Dilanda Hujan
# Baca Juga :Peringati HKN, Wali Kota Banjarmasin Ingin Puskesmas Makin Dekat dengan Masyarakat
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Senin 20 November 2023, BMKG : Banjarmasin Hujan Petir & Palangkaraya Berawan
Pada kesempatan itu, Kepala Diskominfotik Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika, mengatakan proyek ini berguna untuk berbagai pihak, diantaranya aplikasi ini membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik, memudahkan perencanaan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya, serta meningkatkan efisiensi anggaran pembangunan.
“Kolaborasi Pentahelix memastikan keberhasilan proyek ini di berbagai sektor. Bagi sektor swasta, aplikasi ini membantu perusahaan merencanakan strategi pemasaran, ekspansi, dan diversifikasi produk atau layanan,” katanya.
Sementara itu, bagi akademisi, aplikasi ini mendukung penelitian ilmiah dan pendidikan, sementara bagi media, mempermudah penyebaran informasi tentang Pemerintah Kota Banjarmasin. Dan bagi masyarakat, aplikasi ini memberikan informasi yang kompleks dalam bentuk visual seperti peta atau grafik, mempermudah pemahaman.
“Terdapat tahapan jangka pendek, menengah, dan panjang dalam pengembangan aplikasi ini, dimulai dari pembentukan tim, pengumpulan data, hingga integrasi dengan port satu data nasional,” tambahnya.
Kendati demikian, Ia menyampaikan aplikasi ini sudah berfungsi, walaupun masih dalam tahap pengembangan dengan penyesuaian data yang belum lengkap. Harapan akan menjadi dasar pengambilan keputusan dan sarana penyampaian informasi pembangunan secara lengkap bagi masyarakat Kota Banjarmasin dalam beberapa bulan mendatang.
“Reaksi positif datang dari Kepala BPS Kota Banjarmasin, Edy Rahmadi, serta akademisi ULM dari FMIPA ULM, Dewi Anggraini, yang melihat aplikasi ini sebagai sarana yang mendukung kebijakan berbasis data dan akses data yang lebih mudah bagi masyarakat,” beber Windiasti Kartika.
Windiasti Kartika berharap pada optimalisasi, pengembangan, dan pemeliharaan aplikasi ini untuk memastikan keberhasilan dalam penentuan kebijakan serta penelitian yang berbasis data, memastikan akses dan pengkinian data secara terus menerus, yang sangat penting bagi pertumbuhan Kota Banjarmasin.










