BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Sekdis Kominfotik) Kota Banjarmasin, Usni Erizal pimpin Apel Pagi rutin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang dihadiri oleh sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Rabu (22/11/2023).
Pada kesempatan itu, Usni Erizal menyampaikan terkait pentingnya peranan sektor statistik dibawah kelola Diskominfotik Kota Banjarmasin, di mana perencanaan yang tepat memerlukan dukungan data yang akurat.
# Baca Juga :20 Pelaku IKM Pangan di Banjarmasin dapat Sertifikat Halal dari MUI dan Kemenag
# Baca Juga :Disbudporapar Banjarmasin beri Fasilitas Pelatihan Bagi Para Konten Kreator, Ini Tujuannya
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca BMKG Kamis 23 November 2023: Banjarmasin Hujan Petir dan Palangkaraya Hujan Ringan
# Baca Juga :HUT Polairud, Relawan Hingga Wartawan di Banjarmasin Ikut Donor Darah
“Bagi Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, menjadi wali data menjadi hal yang krusial, produsen data terdiri dari berbagai SKPD di Kota Banjarmasin. Tahun lalu, mereka berhasil menginput lebih dari 170 data sektoral, yang kini telah meningkat menjadi lebih dari 500 data,” ujarnya di sela-sela amanat.
Menurutnya, Pelatihan rutin telah dilakukan oleh Kominfo untuk admin terkait penyampaian dan pengelolaan data. Apalagi, mereka juga telah memiliki portal satu data untuk memudahkan pengelolaan dan penginputan data melalui pelatihan yang telah dijalani.
“Untuk pengelolaan data tertentu, terdapat pembina data yang berbeda. Data tekstual atau grafis berada di Badan Pusat Statistik (BPS), sementara untuk data spasial, pembinaannya ditangani oleh Bappeda terkait simpul dan jaringan,” katanya.
Selain itu, Usni Erizal juga menyoroti pentingnya data Geospasial dalam menganalisis sebaran infrastruktur. Lanjutnya, hal ini menunjukkan bagaimana analisis data sektoral dapat berkembang menjadi data spasial untuk memahami sebaran yang lebih merata.
“Contohnya, pembangunan jalan yang terfokus di suatu wilayah bisa menjadi hasil dari analisis data yang belum merata, seperti terfokusnya pembangunan di Banjarmasin Utara karena keberadaan kantor,” terangnya.
Tak hanya itu, ia mengutarakan sektor pendidikan juga memiliki peran penting dalam pengumpulan dan pengelolaan data, di mana data sekolah akan dikolaborasikan ke depannya untuk mendukung berbagai inisiatif, termasuk kemungkinan pembuatan aplikasi Dapodik.
Adapun hingga saat ini, sudah ada sekitar 76 aplikasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, baik untuk pelayanan publik maupun pemerintahan. Hal tersebut menandakan upaya bertahap dalam penerapan aplikasi berbasis data, seiring dengan validitas data yang disampaikan oleh produsen data SKPD terkait.
“Terbukti bahwa data merupakan landasan yang krusial dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat,” tutupnya.
(Kalimantanlive.com/Lina)
Editor : NMD







