BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Ingin mengendalikan inflasi dengan cepat, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) meluncurkan Aplikasi Dedikasi Baiman atau “Deteksi Dini Kendali Inflasi Banjarmasin Barasih Wan Nyaman”.
Dalam kegiatan Sosialiasi Trilogi Pengendalian Inflasi Daerah, Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina menyebutkan aplikasi Dedikasi Baiman akan menjadi tonggak baru dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Banjarmasin, di mana ia menyoroti peran krusial aplikasi tersebut sebagai alat deteksi dini untuk menghadapi tantangan inflasi yang menjadi perhatian nasional.
# Baca Juga :Diskominfotik Banjarmasin Gandeng Mahasiswa ULM Demi Tingkatkan Layanan Publik
# Baca Juga :Pemko Banjarmasin Umumkan Seleksi Terbuka Lowongan Jabatan Tinggi Pratama, Berikut Persyaratannya!
# Baca Juga :Geger! Warga Temukan Sosok Bayi Diduga Baru Lahir Sebuah Warung Sate di Banua Anyar Banjarmasin
# Baca Juga :Isu Pedagang Foto Bagian Intim Pelajar SDN Kuripan 2 Banjarmasin, Plt Kepsek: Sudah Kami Cek HPnya
“Inflasi ini jadi perhatian seluruh nasional, dan kami berharap tools ini dapat dijadikan sebagai alat untuk mendeteksi diawal dan mengambil tindakan yang pas untuk pengendalian inflasi di Banjarmasin,” ungkapnya, Senin (27/11/2023).
Lanjutnya, aplikasi ini juga diharapkan dapat menjamin ketersediaan bahan pokok dan menjaga kelancaran distribusi, selain itu ia menekankan pentingnya kerja sama dengan supplier, terutama dalam pasokan bawang dan daging sapi yang berasal dari NTB atau Jawa Timur.
“Pengendalian inflasi di Banjarmasin harus melibatkan kolaborasi erat dengan pemasok dan peran strategis distributor,” imbuhnya.
Berhasil menekan angka inflasi hingga 2,49 persen membuatnya menekankan bahwa penting memerlukan koordinasi yang baik dari berbagai pihak agar inflasi tidak berdiri sendiri.
“KAD (Kerjasama Antar Daerah) itu penting bukan hanya antar provinsi, tapi juga antar sesama di Kalsel pun juga harus dijalankan, seperti kabupaten Tanah Laut, Batola, dan Kabupaten Banjar,” tambahnya.
Ia pun juga menyoroti langkah-langkah inovatif, seperti subsidi transportasi, yang melibatkan penggunaan anggaran tidak terduga untuk mengamankan jalur transportasi.
“Ini bukan hanya langkah strategis tetapi juga menjadikan Banjarmasin sebagai contoh bagi kota-kota lain dalam menghadapi tantangan inflasi,” tandasnya.
Dengan semangat kolaboratif dan langkah-langkah proaktif, Ibnu Sina memastikan bahwa Banjarmasin tidak hanya mampu mengatasi inflasi tetapi juga menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan untuk kesejahteraan bersama.
Di sisi lain, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan bahwa aplikasi ini memuat pemberitahuan sebanyak 15 pasar, juga pemberitahuan komoditas sebanyak 34 macam.
“Adapun pola pelaksanaannya ialah dalam 3 kali seminggu yakni Senin, Rabu dan Jumat, akan dilakukan proses pembaharuan harga, di mana notifikasinya bisa dilihat oleh seluruh masyarakat melalui website atau aplikasi yang dapat diunduh di playstore,” bebernya.
Dengan ini ia mengatakan harga komoditi akan mudah dipantau, karena jika mengalami kenaikan harga 5 persen, maka akan ada notifikasi yang masuk ke Walikota, Wawalkot, Sekda, dan segenap jajaran Disperdagin.
Kegiatan yang berlangsung di Alua Kayuh Baimbai Kota Banjarmasin ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, serta sejumlah Kepala SKPD beserta jajaran terkait.
(Kalimantanlive.com/Lina)
Editor : NMD







