KALIMANTANLIVE.COM – Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, erupsi disertai dentuman keras, Minggu (3/12/2023) pukul 14.45 WIB.
Erupsi Gunung Marapi terjadi sejak pukul Minggu kemarin masih berlangsung hingga Senin (4/12/2023) pagi ini.
# Baca Juga :Erupsi Gunung Merapi, Luncurkan 15 Kali Awan Panas dan 21 Guguran Lava Pijar dalam 24 Jam
# Baca Juga :Gunung Merapi Keluarkan 101 Kali Guguran Lava, BPPTKG: Jarak Luncuran Awan Panas 1.500 M
# Baca Juga :Gunung Merapi Batuk-batuk dan Semburkan Awan Panas Hari Ini, Hujan Abu Terpa Wilayah Jawa Tengah
# Baca Juga :Enam Lava Pijar Terdeteksi Meluncur dari Gunung Merapi sejauh 2 Kilometer
Menurut keterangan seorang warga yang tinggal di kawasan Gunung Marapi wilayah Agam, Dodi, erupsi masih terlihat hingga Senin pagi.
Erupsi pagi ini tidak menimbulkan kolom abu seperti hari Minggu kemarin.
“Gemuruh yang ada di kawah Gunung Marapi nya tidak terdengar lagi pada pagi ini. Berbeda pada hari kemarin, suara gemuruh terdengar sekali,” katanya, Senin (4/12/2023).
Adapun Petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi menyampaikan dari hasil pengamatan di Gunung Marapi, terhitung dari pukul 00:00 sampai pukul 06:00 WIB Senin (4/12/2023) terekam 9 kali letusan dan 43 kali hembusan.
Sementara kondisi yang terjadi sejak pertama kali erupsi yakni pukul 14.54 Wib Minggu (3/12) hingga pukul 23.59 Wib terjadi 36 letusan dan 16 hembusan.
Kolom abu letusan gunung tersebut mencapai 3.000 meter (3 km). Dentuman letusan Gunung Marapi ini terdengar sampai wilayah Kota Bukittinggi. Selain itu, kawasan tersebut juga diguyur hujan abu vulkanik.
“Terjadi erupsi Gunung Marapi pada hari Minggu, 3 Desember 2023, pukul 14.54 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 3000 m di atas puncak (± 5891 m di atas permukaan laut),” kata Pengamat Gunung Api Marapi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/12/2023).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah Timur.
Erupsi masih berlangsung dan kembali terjadi berselang 10 menit tepatnya pukul 14.54 WIB. Namun, erupsi tersebut tinggi kolom abu tidak teramati.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara ini lebih kurang 4 menit 41 detik,” katanya.
Saat ini, Gunung Marapi berada pada status Level II (waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung Marapi pada radius 3 kilomerer dari kawah/puncak.










