UPDATE Erupsi Gunung Marapi, Jadi Sorotan Media Asing Soal Tsunami dan Jumlah Korban Tewas

KALIMANTANLIVE.COM – Erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat sudah memasuki hari ketiga hari ini, Selasa (5/12/2023).

Gunung api setinggi 2.891 itu meletus secara tiba-tiba tanpa diikuti oleh aktivitas vulkanik pada Minggu (3/12/2023) pukul 14.54 WIB itu sekarang mendapat sorotan media internasional.

Saat terjadinya letusan hebat sebanyak 75 orang pendaki terjebak dalam pendakian. Namun, 28 orang di antaranya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.

# Baca Juga :11 Pendaki Ditemukan Tewas Usai Gunung Marapi Erupsi, Basarnas: Ada 75 Pendaki Terjebak

# Baca Juga :Gunung Marapi Tiba-tiba Meletus Minggu Sore, Guyur Hujan Abu Vulkanik hingga Bukittinggi

# Baca Juga :BREAKING NEWS – Warga Desa Gunung Pandau Balangan Temukan Mayat Hanyut di Sungai

# Baca Juga :Tangkal Banjir di Cempaka, Wali Kota Banjarbaru Sebut Embung Gunung Kupang Tampung 30 Juta Liter air

Bahkan, tim gabungan menemukan 11 pendaki dalam kondisi meninggal dunia.

Hingga Senin pagi kemarin, Gunung Marapi tercatat mengalami letusan 8 kali dan embusan 43 kali dengan amplitudo maksimal mencapai 14,2 mm dan berdurasi selama 56 detik.

Berikut media Internasional yang menyoroti letusan Gunung Marapi, Minggu (3/12/2023):

  1. NHK World Japan: Dampak letusan Marapi terhadap tsunami di Jepang

Lembaga penyiaran publik di Jepang, NHK World Japan memberitakan kabar letusan Gunung Marapi pada 3 Desember 2023 melalui artikel berbahasa Jepang “Massive Eruption at Indonesian Volcano No Tsunami Impact on Japan, Japan Meteorological Agency”.

Dalam artikel tersebut, letusan Gunung Marapi ikut menjadi perhatian Badan Meteorologi Jepang untuk menyelidiki apakah letusan itu berdampak pada gelombang tsunami di Jepang.

Hasil penyelidikan menunjukkan, letusan Gunung Marapi tidak berdampak tsunami di Jepang. Tidak ada perubahan signifikan terhadap pasang surut air laut yang teramat di stasiun pasang surut di Jepang.

Selanjutnya, Badan Meteorologi Jepang mengumumkan ke publik pada Senin (4/12/2023) pukul 3 pagi waktu setempat.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, letusan Gunung Marapi yang menghasilkan asap vulkanik dengan ketinggian sekitar 15.000 meter dapat memicu tekanan air laut sehingga menimbulkan tsunami.

  1. AP News: Larangan pendakian Gunung Marapi

Disebutkan bahwa sebanyak 11 pendaki meninggal dunia akibat letusan Gunung Marapi. Tim gabungan juga masih berupaya untuk mengevakuasi pendakian lainnya.

Total, ada 75 pendaki yang terjebak di gunung setinggi 2.900 meter itu.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencara Geologi, Hendra Gunawan mengatakan, Gunung Marapi berstatus level dua waspada sejak 2011. Oleh sebab itu, seharusnya pendakian di gunung tersebut dilarang.

Begitu juga dengan aktivitas penduduk yang berada dalam jarak 3 kilometer dari puncak.