BRI Dukung Sukses UMKM Banjar: Cerita Hebat di Balik Semprong Isi Cemilan Premium dan Kopi Datoe

Dengan kepintaran dan semangat pantang menyerah, Saduddin coba menciptakan inovasi baru: Kue Semprong Isi Lumer pada tahun 2019. Terbukti, tak perlu menunggu lama, camilan produk hasil inovasinya ternyata langsung diterima pasar.

Menurut Saduddin, keberhasilannya itu tak lepas dari dukungan penuh dari DKUMPP Kabupaten Banjar, Bank Indonesia, dan binaan Rumah BUMN Banjar melalui BRI.

BACA JUGA:
Bersinergi dengan BI, Pemprov Kalsel Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

“Dukungan dari pemerintah daerah, termasuk Bank RI, memberikan kami pelatihan, pendampingan, dan pembinaan yang sangat mendukung perkembangan usaha. Produk kami bahkan mejeng di Rumah BUMN Banjar hingga 40-50 pieces perbulan,” tutur Saduddin dengan antusias, Senin (4/12/2023).

Inovasi produk Kopi Datoe produk UMKM Kabupaten Banjar yang kini makin luas pemasarannya. (Dok. M Fuad)

Bisnis kue semprong Saduddin makin berkembang setelah dirinya mendapat bantuan permodalan lewat peminjaman KUR BRI tahun 2021. Omset usahanya yang awalnya fluktuatif, kini stabil di angka Rp 5 juta per bulan.

Kini, kue Semprong Isi Cemilan Premium tidak hanya dikenal di kalangan reseller, tetapi juga telah melangkah ke retail modern seperti Alfamart dan Indomaret.

“Kendala utama saat ini adalah menjaga kualitas produk agar tetap unggul di tengah persaingan sengit. Namun, kami yakin bahwa branding dan kepercayaan konsumen dapat terus ditingkatkan,” tutur Saduddin.

Kondisi yang nyaris sama juga dialami Muhammad Fuad, sang pemilik Kopi Datoe, yang memulai perjalanannya dari hobi sebagai pecinta kopi.