Masih kata Sri Lailana, ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk mendiskusikan isu-isu gender, tetapi juga menjadi awal dari implementasi langkah-langkah konkret dalam perencanaan dan penganggaran di setiap SKPD.
Dirinya optimis bahwa dengan melibatkan semua pihak, perubahan positif akan dapat terwujud, menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan setara bagi semua warga kota Banjarbaru.
Kalimantanlive.com/MC BJB
editor : NMD







