Dewan Pendidikan Tanah Bumbu Berkunjung ke Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Ini yang Digali

BATULICIN, KALIMANTANLIVE.COM – Dewan Pendidikan Tanah Bumbu mengunjungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda terkait upaya mendorong pendidikan bermutu dan berkualitas, Kamis (7/12/2023).

Kedatangan rombongan Dewan Pendidikan Tanah Bumbu ke Kota Tepian disambut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Asli Nuryadin dan rombongan.

Menurut Wakil Ketua Dewan Pendidikan Sugiyatno Tanah Bumbu, yang mewakili Ketua Dewan Pendidikan Tanah Bumbu Bakhriansyah, kunjungan Studi Komparasi bertujuan tuntuk menggali informasi terkait peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Samarinda, sesuai dengan peran dan fungsi Dewan Pendidikan.

# Baca Juga :Beri Bantuan Hukum ke Masyarakat, Setda Tanah Bumbu Lakukan Aksi Perubahan Si Huber

# Baca Juga :Bupati Tanah Bumbu Serahkan Usulan Mal Pelayanan Publik ke Kementerian PANRB, Ini Tujuannya

# Baca Juga :Motivasi Santri-Santriwati di Tanah Bumbu, Kecamatan Angsana Gelar Festival SDSM

# Baca Juga :DPRD Tanah Bumbu Bahas Raperda Penyertaan Modal pada PT Air Minum Bersujud

Dalam pertemuan tersebut, salah satu yang menjadi perbincangan adalah kebutuhkan dana untuk membangun atau memperbaiki sarana sekolah.

Sementara Dinas Pendidikan sendiri memiliki anggaran terbatas dan ada larangan mengambil pungutan atau iuran dari wali murid.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Asli Nuryadin memberikan sharing informasi bahwa wali murid boleh saja menyumbang selama tidak ada definisi pungutan atau iuran.

“Bagi orang tua yang mampu tapi tidak mau menyumbang tidak apa-apa, tapi jangan melarang tukang sayur, misalnya, untuk menyumbang,” katanya seperti dikutip media ini dari Goodnews.co.id.

Hal itu sudah dilakukan di Samarinda. Yang perlu digarisbawahi dan penting tak boleh ditinggal adalah membangun komunikasi dengan wali murid. Menyampaikan kepada mereka mengapa sekolah membutuhkan dana.

Ia tidak setuju ketika sekolah membutuhkan dana untuk membangun sarana sekolah dan sebagainya, dengan cara memanggil orang tua.

Ia lebih setuju jika pihak sekolah berkunjung ke rumah wali murid bersilathrami. Selain itu, dia menyampaikan, rata-rata anaknya menempuh pendidikan boarding school.

Ketika pihak sekolah berkunjung ke rumahnya, maka ia menyediakan waktu untuk bertemu. Bahkan ia rela meminta izin di kantor untuk menemui pihak sekolah.

“Saya menghormati guru. Karena setinggi apa pun jabatan orang tua pasti memprerioritaskan sekolah anaknya,” ungkapnya.

Sehingga jika ada pihak yang bersilaturahmi, ia yakin tidak ada unsur pungutan dan banyak sekolah berhasil.