KALIMANTANLIVE.COM – Sejumlah wakil Merah Putih memperaiapkan diri menghadapi laga berat di BWF World Tour Finals 2023 yang akan bergulir pada 13-17 Desember 2023 di Hangzhou, China. Termasuk tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie.
Menghadapi BWF World Tour Finals 2023, ada misi khusus yang lagi dipersiapkan Jonatan.
Pebulutangkis berusia 25 tahun tersebut secara perlahan terus berusaha menemukan celah raja bulu tangkis, Viktor Axelsen (Denmark) yang sampai saat ini masih sulit dikalahkan.
Jonatan terus mengumpulkan persiapan untuk menuju menghadapi Axelsen di BWF World Tour Finals 2023.
# Baca Juga :LIVE Streaming BWF World Tour Finals 2022 Kamis 8 Desember 2022, Live di iNews dan MNCTV!
# Baca Juga :BWF World Tour Finals 2022 Hari Ini Dimulai, Jonatan vs Ginting, Gregoria Mariska Main!
# Baca Juga :Jonatan Christie Kunci Tiket BWF World Tour Finals Usai Singkirkan Chico di Hylo Open 2022
Pada Sabtu (9/12/2023) nanti, skuad bulu tangkis Indonesia akan bertolak menuju Hangzhou untuk mempersiapkan diri menuju turnamen penutup musim tersebut.
Persiapan yang dilakukan Jonatan ingin dimaksimalkan mengingat ia akan menjalani turnamen degan dua status spesial, sebagai seorang suami sekaligus tunggal putra unggulan.
Tak cuma itu, harapan tinggi juga tertuju pada Jonatan, mengingat tren menanjak yang ia tampilkan setelah berhasil menjadi kampiun pada French Open 2023.
Menyadari bahwa akan adanya ekspektasi tinggi dan keinginan untuk membuktikan diri di turnamen bergengsi, Jonatan tentu telah memetakan calon-calon lawan kuatnya.
Salah satu yang paling diwaspadai tentunya adalah Viktor Axelsen, pemain nomor satu dunia sekaligus juara bertahan BWF World Tour Finals.
Pada BWF World Tour Finals 2023 nanti, Jonatan berpotensi berada satu grup dengan Axelsen karena pemain asal Odense, Denmark, itu tampil sebagai underdog.
Walau menjadi pemain dengan gelar terbanyak di BWF World Tour musim ini dengan lima trofi, Axelsen jarang tampil karena gampang mundur begitu merasa fisiknya bermasalah.
Sepanjang tahun 2023 juara turnamen Finals empat kali itu hanya mengikuti 11 turnamen BWF World Tour.
Padahal sebagai pemain top dia minimal bertanding 12 kali dan ini tanpa menghitung BWF World Tour Finals.
Hal ini membuat Axelsen tak masuk ke empat besar pada ranking akhir Race to Hangzhou. Dia hanya menempati peringkat lima sehingga berstatus non-unggulan.
Menyadari ada risiko menghadapi Axelsen sejak babak penyisihan grup, Jonatan, yang berstatus unggulan kedua, mempersiapkan amunisi sebanyak-banyaknya.
Saat berbicara dengan BolaSport.com dan awak media lainnya pada Rabu (6/12/2023) di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Jonatan membeberkan bahwa persiapannya tak hanya soal teknik.
Dia telah berkonsultasi dengan psikolog hingga menyadari kebiasaan-kebiasaan di lapangan yang tadinya kurang diperhatikan ternyata bisa berpengaruh besar.







