Rumah Bekas Hunian Penjaga Sekolah di Cempaka Putih Banjarmasin Ludes Terbakar, Ini Penyebabnya

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Satu bangunan rumah empat pintu di Jalan Cempaka Putih, Simpang Gang Limau, RT 8 Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, luluh lantak dilalap si jago merah, Sabtu (9/12/23) sekitar pukul 14.10 Wita.

Informasi dihimpun, bangunan yang terbakar merupakan rumah bekas hunian penjaga sekolah, yang dimana belakangan ini rumah tersebut diketahui tengah kosong tak berpenghuni.

# Baca Juga :Kebakaran di Asrama Polsek Paringin Kabupaten Balangan, Api Hanguskan 4 Bedakan

# Baca Juga :DPKP Ungkap Kebakaran di Permukiman Kota Banjarmasin Meningkat 70 Persen, Ini Penyebabnya

# Baca Juga :Peduli Korban Kebakaran di Kamboja, Wakil Wali Kota Banjarmasin Serahkan Uang Jutaan dan Sembalo

# Baca Juga :Kebakaran di Kelayan Banjarmasin Saat Dinihari, Dua Rumah Hangus Tinggal Puing

Bahkan tak hanya itu, peristiwa kebakaran ini juga menyebabkan tiga buah bangunan rumah milik warga lainnya, termasuk bangunan sekolah juga turut mengalami kerusakan pasca kejadian tersebut.

“Tadi posisinya awal pas saya buka pintu, api tiba-tiba besar. Posisinya persis di bagian tengah dari dalam rumah, langsung besar dan seperti ada ledakan,” ungkap Ifan, warga setempat yang rumahnya ikut terdampak atas kejadian tersebut.

Ia mengaku sempat panik, dan langsung berupaya menyelamatkan anggota keluarga dan barang berharga yang ada di dalam rumah.

“Api itu posisinya langsung berputar, aku tidak mikirin apa-apa juga lagi, yang penting anak istri dan beberapa barang berharga sempat di selamat,” jelasnya.

Menurutnya, bangunan tersebut dulunya merupakan Sekolah Menengah Atas (SMA) Kebun Bunga. Namun tak dioperasionalkan lagi, sehingga belakangan setahun terakhir ditempati oleh Tahfidz Qur’an.

“Kalau dari SMA itu sudah tak ditempati lagi sejak 4-5 tahun terakhir. Sementara yang dari Tahfidz Qur’an kira-kira baru setahunan kosongnya,” kata Ifan.

Sehingga, ia menduga dari bangunan rumah kosong yang terbakar. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi karenanya adanya korsleting listrik arus pendek dari dalam.

“Karena disini lingkungan sekolah, mungkin saja listrik di dalamnya masih aktif. Tapi Alhamdulillah rumahku hanya kena di bagian atas dan dapur saja,” ucapnya.

Sementara Ketua RT 8, Sayuti mengatakan data secara keseluruhan, ada empat buah bangunan rumah yang terdampak dari kebakaran tersebut.