BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin membeberkan data anak putus sekolah sepanjang tahun 2023 sebanyak 6.000 anak, mahalnya biaya mengenyam bangku pendidikan dianggap menjadi salah satu faktor penyebabnya.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang PAUD di Disdik Kota Banjarmasin, Edy Junaidi dalam kegiatan sosialisasi dan pendataan tentang anak putus sekolah, sekaligus meluncurkan pembuatan buku bermuatan lokal untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), berlangsung di Hotel Banjarmasin Internasional, Jumat, (8/11/2023).
“Dari data sepanjang tahun 2023 ini ada 6.000 anak, mulai dari SD hingga SMA, tapi mayoritasnya adalah anak SMA dan berjenis kelamin laki-laki, faktornya cukup beragam salah satunya kondisi keluarga, ” ujarnya.
Sehingga untuk menangani hal tersebut, Disdik Kota Banjarmasin mengarahkan kepada anak yang putus sekolah segera mengikuti Kelompok Belajar (Kejar) yang terdiri dari paket A, B dan C yang disebut dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
“Hal ini bisa membantu anak yang putus sekolah akibat faktor ekonomi dan pihak Disdik juga memberikan bantuan berupa alat tulis dan alat sekolah lainnya,” tambahnya.
Dalam proses belajar tersebut, mereka tidak perlu menggunakan seragam seperti di sekolah pada umumnya.
“Untuk belajar bebas, boleh tidak pakai seragam, sepatu dan lainnya, agar selaras dengan tujuannya yakni biaya sekolah semakin murah,” ungkapnya.
Disamping itu, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan anak putus sekolah harus ditangani dengan baik, apalagi dalam visi dan misi Banjarmasin Baiman terdapat Nyaman Bersekolah.
“Jangan sampai lost learning dengan anak putus sekolah berdampak pada lost generation (generasi yang hilang) di masa mendatang,” tukasnya.(Kalimantanlive.com/Lina)
Editor : NMD







