BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Setelah tiga tahun lamanya, Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina duduk sebagai Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial dan Perkotaan pada organisasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) nasional, kini orang nomor satu di Kota Banjarmasin ini kembali terpilih.
Ibnu Sina didapuk menduduki jabatan sebagai Ketua Dewan Pengawas Organisasi yang beranggotakan wali kota se-Indonesia yang dilaksanakan di Puri Begawan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (15/12/2023).
BACA JUGA: Saat Safari Jumat, Wali Kota Banjarmasin Sempatkan Edukasi Sanitasi Air Limbah di Lingkungan Ponpes
BACA JUGA: Gelar BEA 2023, Wali Kota Banjarmasin Bagi-bagi Piagam dan Uang ke Pihak yang Peduli Lingkungan
Penyerahan jabatan ini berbarengan dengan pelantikan Ketua Umum Apeksi yang terpilih, Eri Cahyadi yang merupakan Wali Kota Surabaya, yang diserahkan langsung oleh Sekjen Kemendagri, Suhajar Dewantoro.
“Selamat dan sukses untuk Wali Kota Surabaya Bapak Eri Cahyadi, yang terpilih sebagai Ketua Umum Apeksi periode 2023-2025 beserta seluruh perangkat kepengurusannya, dan juga terima kasih banyak kami diberi kepercayaan sebagai Ketua Dewan Pengawas untuk periode yang akan datang,” ucap Ibnu Sina usai pelantikan.
Lebih lanjut, Ibnu Sina juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada Ketua Apeksi Umum yang sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya yang telah mendedikasikan dirinya serta membina dan mengayomi seluruh anggota Apeksi.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo yang berkesempatan hadir mengatakan untuk mendorong agar setiap kota memiliki perencanaan strategi dan gagasan yang besar, detail, serta memperlihatkan keunggulan dari masing-masing kota di Indonesia.
“Yang namanya desain kota, perencanaan besar strategi besarnya harus disiapkan dari sekarang, semua kota harus memiliki rencana besar kotanya masing-masing. Sering saya sampaikan mestinya setiap kota itu memiliki perbedaan-perbedaan, karena unggulannya semuanya memiliki,” ujar Presiden dua periode ini.
Selanjutnya, ia menilai bahwa setiap kota di Indonesia belum memiliki perbedaan kekuatan dibandingkan kota-kota lainnya. Padahal, Presiden menyebut bahwa keunggulan tersebut akan menjadi karakter sebuah kota.







