BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Seorang pria, warga Alalak Selatan, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin terpaksa diberi tindakan tegas terukur dari petugas kepolisian, usai mengamuk dengan menggunakan senjata tajam, pada Minggu (24/12/23) kemarin.
Pria yang diketahui bernama Rahmadi (35) ini, terpaksa harus ‘diberi hadiah timah panas’ dari petugas Satpolairud Polresta Banjarmasin lantaran ulahnya melawan petugas yang ingin mengamankannya.
Kasat Polairud Polresta Banjarmasin AKP Dading Kalbu Adie mengungkapkan, kejadian bermula saat petugas Satpolairud yang bertugas di Posko Apung didatangi oleh warga dan melaporkan bahwa ada seorang pria yang mengamuk sambil membawa dua bilah senjata tajam.
# Baca Juga :Turnamen PWI Kalsel Adaro Cup 2023, Tim Futsal Desk Polresta Banjarmasin Raih Juara 3
# Baca Juga :Jelang Nataru 2024, Polresta Banjarmasin Turunkan 500 Personel Gabungan dan Sediakan 6 Titik Posko
# Baca Juga :Lihat Ada Kecelakaan Lalu Lintas, Kapolresta Banjarmasin Buru-buru Menolong dan Lakukan Ini
# Baca Juga :Polresta Banjarmasin Amankan Pengiriman 8 Kontainer Logistik Pemilu 2024 dari Pelabuhan Trisakti
“Pria tersebut mengamuk dan menggedori rumah sambil mengancam akan memenggal kepala warga,” ungkap Dading, Senin (25/12/23).
Setelah itu, kata Kasat, pihaknya pun dari Satpolairud Polresta Banjarmasin, langsung mendatangi Rahmadi. Namun bukannya takut, pria pengangguran itu justru makin beringas dan berusaha mendekati serta menyerang petugas.
Dading mengatakan, petugas di lapangan pun terpaksa mundur berkali-kali oleh kenekatan Rahmadi. Bahkan saat diberi tembakan peringatan, ia menyebut itu hanya angin saja.
“Kita sudah mencoba membujuk, hingga diberi tembakan peringatan. Bukannya takut, ia malah makin beringas dan terus mendekati petugas,” ucap Dading.
“Sehingga kita tak mau ambil resiko, petugas akhirnya dengan terpaksa harus memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak bagian lutut sebelah kanan. Baru setelah itu pelaku meletakan senjata tajamnya dan menyerah,” lanjut Kasat.
Setelah diberikan tindakan tegas, pelaku kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan tindakan medis.
“Kemaren juga sudah dilakukan operasi untuk mengeluarkan peluru dari kakinya. Kondisi pelaku stabil,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dading membeberkan, aksi mengamuk pelaku dengan membawa senjata tajam di kawasan tersebut bukan pertama kalinya.










