Surya juga menjelaskan, Early Warning System (EWS) yang dipasang di daerah rawan banjir, khususnya di Kabupaten Balangan, menjadi perangkat strategis untuk memantau dan memberikan peringatan dini.
Sementara itu, pada tingkat misi ke-5, BPBD Provinsi Kalsel menekankan pada kelestarian lingkungan hidup dan memperkuat ketahanan bencana melalui upaya mitigasi dan kesiapsiagaan.
BACA JUGA:
WASPADA Kebakaran Hutan, BPBD Kalsel Gelar Apel dan Gladi Satgas Karhutla 2022
Menurutnya, pemberian penghargaan kepada BPBD Provinsi Kalsel sebagai provinsi terbaik nasional di bidang klaster logistik kebencanaan mencerminkan tingkat informativitas yang tinggi. “Destana, sebagai program unggulan, diharapkan terus memberdayakan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan bencana,” jelas Surya.
Dalam upaya memastikan penanganan bencana yang tepat, jelasnya, BPBD Provinsi Kalsel aktif menyusun dokumen kebencanaan, khususnya di daerah yang rawan bencana. Komunikasi rutin dan surat edaran kesiapan bencana setiap musim menjadi langkah antisipatif yang diterapkan.
Kata Surya, sosialisasi Knowledge, Information, and Education (KIE), peningkatan kapasitas, pengecekan dan persiapan peralatan serta sarpras kebakaran menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Dalam konferensi pers akhir tahun, disebutkan sinergitas dengan pemerintah pusat dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan di tahun 2023 mendapat penekanan khusus.







