Sejumlah Pria Mabuk Serang dan Keroyok Anggota TNI, 1 Tewas dan 8 Bangunan di Jayapura Dibakar

JAYAPURA, KALIMANTANLIVE.COM – Aksi sejumlah pria mabuk menyarang lalu mengeroyok anggota TNI di Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura, Papua berbuntut panjang, Senin (1/1/2024).

Akibat insiden itu sejumlah warga mengamuk dan membakar sejumlah bangunan di Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura tersebut.

Sedikitnya ada delapan bangunan termasuk balai desa, Pos Polisi dan rumah warga, hangus terbakar diamuk massa.

# Baca Juga :Rusuh di Bandung, Wartawan Ini Dipukul, Dijambak dan Diancam Dihabisi oleh Oknum Polisi

# Baca Juga :Rusuh di Perancis Tak Kunjung Reda, 994 Orang Ditangkap, 1.350 Kendaraan Dibakar, Ini Sosok Henel

# Baca Juga :Kupang Rusuh, Rumah Dinas Kapolda NTT Diserang, Mobil Polisi Dibakar, Sejumlah Orang Luka-luka

# Baca Juga :Rusuh Laga Arema FC vs Persebaya Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan Malang, 127 Suporter Tewas

Wakil Sementara (WS) Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Chandra Kurniawan menjelaskan kronologi dari peristiwa tersebut. Menurut Chandra, kericuhan itu berawal dari perkelahian antara Sertu AD dengan beberapa pria yang dalam keadaan mabuk akibat minuman beralkohol.

“Kejadian terjadi saat anggota Babinsa kita jalan pulang ke rumah, namun di jalan ia diadang dan dianiaya oleh sekelompok orang yang dipengaruhi minuman keras,” ujarnya di Jayapura, Selasa (2/1/2024).

Candra menyebutkan, perkelahian tersebut terjadi di depan rumah Sertu AD yang dalam posisi dikeroyok.

Dalam posisi terdesak, Sertu AD kemudian menggunakan senjata tajam dan mengakibatkan seorang warga berinsial DB terluka.
DB akhirnya meninggal dunia di Puskesmas dan menyebabkan keluarganya mengamuk dan melakukan aksi pembakaran.

“Ada delapan rumah warga yang dibakar termasuk rumah Babinsa bersama sejumlah rumah lainnya,” kata Candra.

Menurut dia, saat ini Danrem 172/PWY dan Dandim 1701/Jayapura sudah berada di lokasi kejadian untuk berkomunikasi dengan keluarga korban.

Walau warga di Kampung Karya Bumi masih memilih untuk mengamankan diri, tetapi situasi di lokasi tersebut sudah dapat dikendalikan. “Saat ini situasi sudah kondusif,” cetus Candra.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber