Aliem pun mengaku memastikan kembali hal itu dengan mengecek CCTV yang ada di Jalan umum. Sehingga akhirnya benar, adanya kelompok pria yang membuat gaduh dengan membawa Sajam.
“Seperti acak, karena yang rusak justru tak sedikit, bahkan hampir semua partai. Perusakannya secara acak dengan menebaskan Sajam yang mereka bawa ke spanduk-spanduk di Jalan,” jelasnya.
Terlebih kata Aliem, pihaknya justru menakutkan kelompok tersebut membawa sajam yang dapat menimbulkan korban.
“Alangkah baiknya orang-orang seperti itu harus diantisipasi,” harapnya.
Namun demikian, atas kejadian ini, Aliem menyebut pihak Kepolisian sudah ada datang ke lokasi untuk melakukan pengecekkan langsung.
“Tadi malam pihak kepolisian dari Polda dan Polresta sudah ke lokasi, karena ini merupakan salah satu cipta kondisi dan tugas mereka dalam kegiatan pemilu agar tetap berjalan damai,” ucap Aliem.
Senada warga lainnya, Khairil Anam juga mengaku sempat mendengar suara aneh dan selewengan motor yang lalu lalang di tempatnya.
“Saya dengar itu sekitar jam 10 menuju jam 11 malam. Ada bunyi motor dan sesuatu yang ambruk, bunyinya keras, tapi saya ga lihat apa sebelumnya yang terjadi, setelah dilihat di luar ternyata ada spanduk robek dan jatuh ambruk, jadi mungkin bunyinya dari situ,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kalimantanlive.com masih mencoba melakukan upaya konfirmasi kepada Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo terkait tindakan Kepolisian lebih lanjut.(Kalimantanlive.com/Ilham)
Editor : NMD







